Kementan Terus Upayakan Memperbaiki Kendala Program AUTP dan AUTS/K

Jum'at, 07 Juni 2019 - 13:19 WIB
Kementan Terus Upayakan...
Kementan Terus Upayakan Memperbaiki Kendala Program AUTP dan AUTS/K
A A A
JAKARTA - Realisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) selama empat tahun terakhir menunjukkan tren positif. Meski terjadi beberapa kendala, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya memperbaiki.

Salah satunya ditemukan satu NIK (Nomor Induk Kependudukan) untuk beberapa nama petani serta ada pula satu petani mendaftar lebih dari dua hektar per-musim tanam.

"Hal ini yang mengakibatkan pendaftaran AUTS/K sebanyak 65.472 ekor, namun realisasi bantuan premi 80% baru mencapai 7.553 ekor. Demikian pula sebanyak 276.450,5 hektar pendaftaran AUTP dengan premi 80% baru direalisasikan 19.588,62 hektar," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy.

Upaya yang dilakukan dengan memberikan rangsangan kepada petugas lapangan berupa hadiah sepeda motor, handphone, bahkan kompensasi umroh bagi mereka yang dapat merealisasikan pendaftaran 10.000 hektar AUTP.

"Namun demikian, tetap dibatasi bahwa NIK sebagai persyaratan mutlak bagi penerima bantuan premi 80%," ujarnya, Jumat (7/6/2019).

Selain kendala di atas, masih banyak petugas lapangan yang belum memahami pendaftaran melalui aplikasi SIAP, tidak sedikit pula petugas dinas kabupaten yang belum dapat mengunggah SK DPD ke aplikasi SIAP.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan "Evaluasi dan Rencana Pengembangan Asuransi Pertanian" di hotel Aston, Rabu 29 Mei 2019. Pada kesempatan tersebut, Kelompok kerja (Pokja) asuransi pertanian menerima arahan Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy.

Harapannya tiap pertemuan evaluasi dan pemantauan Pokja menghasilkan rumusan model yang dapat dijadikan kebijakan sehingga dapat membantu petani mengantisipasi kerugian akibat gagal panen maupun gagal tanam.

"Pokja juga diharapkan lebih intensif melakukan sosialisasi kepada stakeholder agar program pemerintah ini dapat dipahami masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan usaha tani," pungkas Sarwo Edhy.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
1.020 Ekor Sapi di Pringsewu...
1.020 Ekor Sapi di Pringsewu Terdaftar Asuransi Usaha Ternak
Jasindo: Asuransi Usaha...
Jasindo: Asuransi Usaha Tani Padi Solusi di Tengah Cuaca Tak Menentu
Sapi Wagyu, Penuhi Kebutuhan...
Sapi Wagyu, Penuhi Kebutuhan Daging Indonesia
Teken MoU Asuransi Pertanian,...
Teken MoU Asuransi Pertanian, Bantaeng Komitmen Sejahterakan Petani
Antisipasi Perubahan...
Antisipasi Perubahan Iklim, Kementan Minta Petani Proteksi Diri dengan AUTP
30 Ribu Hektare Lahan...
30 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Lampung Sudah Diasuransikan
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved