Super Deduction Tax Masih Tunggu Tanda Tangan Jokowi

Kamis, 13 Juni 2019 - 15:33 WIB
Super Deduction Tax...
Super Deduction Tax Masih Tunggu Tanda Tangan Jokowi
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan masih menunggu penandatanganan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum mengimplementasikan super deduction tax. Kebijakan tersebut dihadapkan dapat mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di tanah air untuk menjadi salah satu faktor yang mengubah Indonesia menjadi negara yang lebih produktif.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartato mengatakan, beleid ini akan segera dimplementasikan tahun ini. Pasalnya insentif fiskal akan diberikan kepada industri yang terlibat atau berinvestasi dalam program pendidikan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang/R&D) untuk menghasilkan inovasi. "Tinggal tanda tangan pak Presiden, jadi semester tahun ini bisa dimplementasikan," ujar Menperin Airlangga di Gedung Kemenperin, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Super deduction tax adalah insentif pajak dengan memperbesar faktor pengurang Pajak Penghasilan (PPh) (tax allowance) secara jumbo agar PPh yang dibayarkan badan usaha makin kecil. Insentif fiskal ini rencananya akan diberikan kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi, serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) untuk menghasilkan inovasi.

Lebih lanjut Airlangga mengungkapkan, Super Deduction bakal menarik investor serta tentunya akan mendorong perusahaan industri lebih menambahkan inovasi. "Tentunya Super Deduction akan mendorong perusahaan-perusahaan industri untuk melakukan inovasi. Super Deduction akan diselesaikan bersamaan dengan vokasi. PP nya udah selesai," jelasnya.

Saat ini Kemenperin ditekankan terus bersinergi dengan para pelaku usaha, asosiasi dan stakeholder terkait dalam mendorong pertumbuhan industri. Pembangunan SDM menjadi salah satu strategi prioritas dalam meningkatkan daya saing dan produktivitas sektor manufaktur dalam negeri. Melalui kegiatan pendidikan vokasi yang link and match dengan industri, pemerintah mengajak para pengusaha untuk terlibat dalam kegiatan pembangunan SDM industri kompeten.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin Dukung Peningkatan...
Menperin Dukung Peningkatan Pendidikan Vokasi Industri
Kemenperin Rekrut Siswa...
Kemenperin Rekrut Siswa Vokasi Industri
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Gandeng Marketplace,...
Gandeng Marketplace, Kemenperin Gairahkan Industri Kopi
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
38 menit yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
1 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
1 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
1 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
2 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved