Babak Baru Proyek Blok Masela Akan Dimulai

Minggu, 16 Juni 2019 - 20:11 WIB
Babak Baru Proyek Blok...
Babak Baru Proyek Blok Masela Akan Dimulai
A A A
JAKA - Inpex Corporartion (Inpex) menyiapkan langkah selanjutnya setelah baru saja meneken penandatanganan “Head of Agreement” (HOA) dengan SKK Migas untuk pengembangan lapangan hulu migas Blok Masela, di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Senior Specialist Media Relation Inpex Masela Ltd Moch Nunung Kurniawan mengatakan, setelah HOA ini Inpex akan mempersiapkan serangkaian dokumen yang diperlukan untuk penyerahan revisi plant of development (POD).

Selanjutnya, kata dia, Inpex akan mengikuti prosedur yang diperlukan selanjutnya dan secara resmi segera memasukkan/menyerahkan revisi POD ke otoritas pemerintah Indonesia. "Bersamaan dengan penyerahan dokumen revisi POD ke pemerintah Indonesia, Inpex juga berencana mengajukan perpanjangan kontrak 20 tahun dan amandemen PSC," kata Nunung Kurniawan, Minggu (16/6/2019).

Dalam keterangan tertulisnya SKK Migas menyebutkan, pengembangan hulu migas di Masela diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi Gas Bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun (sekitar 9.5 juta ton LNG per tahun dan 150 mmscfd Gas Pipa), dengan target onstream pada tahun 2027.

HOA merupakan perjanjian awal yang menjabarkan prinsip-prinsip dasar pengembangan proyek LNG Abadi Masela yang selanjutnya akan dituangkan dalam revisi Plan of Development (POD).

Di dalamnya berisi ketentuan-ketentuan mengenai jangka waktu production sharing contract (PSC), kondisi keuangan (financial condition), estimasi biaya (cost estimation) dan lain-lain yang telah disepakati bersama sebelumnya antara Inpex dan otoritas pemerintah Indonesia untuk mendapatkan keekonomian proyek yang memadai.

Sebelumnya, Inpex sempat mengajukan pengembangan Blok Masela dengan metode off shore atau di laut, namun pemerintah meminta agar blok tersebut dikembangkan secara on shore (darat). Imbasnya, pengembangan blok tersebut menjadi terhambat karena pihak Inpex harus merevisi dan menghitung ulang investasi yang diperlukan.

Titik terang proyek Blok Masela menemui titik terang setelah pada akhir Mei lalu Menteri ESDM dan pihak Inpex menyepakati pokok-pokok pengembangan blok Masela. Di antara poin yang disepakati adalah nilai investasi sebesar USD20 miliar.

Terkait nilai investasi tersebut, Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya mengetahui berita tersebut, namun tidak bisa berkomentar tentang hal ini. "Yang pasti kami, melalui Pre-FEED (Front End Engineering Design) telah menghitung estimasi biaya dan menggunakannya sebagai dasar untuk membuat revisi POD," katanya.

Sambung dia menambahkan, Inpex akan membuat estimasi biaya yang lebih akurat melalui pekerjaan FEED sebelum masuk ke Final Investment Decision (FID) atau Keputusan Akhir Investasi.

Berdasarkan hasil pre-FEED, nantinya revisi POD akan memuat perkiraan biaya yang kompetitif dibandingkan dengan proyek LNG lain yang sejenis. "Kami mengharapkan proses persetujuan pemerintah Indonesia berjalan lancar setelah kami menyerahkan revisi POD," katanya.

Lebih lanjut terang dia, berkat framework yang telah didapat melalui diskusi yang konstruktif dengan pemerintah Indonesia, Inpex meyakini saat ini proyek Abadi Masela adalah proyek LNG yang cukup kompetitif dalam kaitannya dengan proyek lain dan norma yang berlaku secara international.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Shell Akhirnya Lepas...
Shell Akhirnya Lepas Blok Masela ke Pertamina Jauh di Bawah Rp14,8 Triliun
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved