Industri Daur Ulang Jadikan Limbah Plastik Punya Nilai Tambah Ekspor

Selasa, 18 Juni 2019 - 12:46 WIB
Industri Daur Ulang...
Industri Daur Ulang Jadikan Limbah Plastik Punya Nilai Tambah Ekspor
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan nilai tambah terhadap limbah plastik dan kertas melalui peran industri daur ulang atau recycle industry. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi impor bahan baku berupa plastik dan kertas, yang kebutuhannya masih sangat tinggi bagi penopang proses poduksi berbagai sektor industri di Tanah Air.

"Misalnya kertas, salah satu produk yang dihasilkan dari kayu ini sedang dibatasi penggunaannya. Sehingga dibutuhkan industri recycle paper. Sekarang, hasil industri recycle paper ini mendapatkan apresiasi dari sektor lainnya seperti perusahaan consumer goods yang mengutamakan bahan baku daur ulang," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Airlangga pun menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku plastik, diperlukan industri petrokimia. Namun, dalam membangun fasilitas tersebut bakal memakan waktu cukup lama. Paling tidak, setelah peletakan batu pertama, dibutuhkan tiga tahun untuk pabrik itu bisa berproduksi.

"Sehingga untuk mencari solusi dalam waktu dekat, agar kita bisa mengurangi impor ini, didorong melalui recycle industry. Dan industri ini investasinya jauh lebih murah," jelasnya.

Seiring upaya strategis tersebut, Kemenperin juga aktif memacu tumbuhnya industri petrokimia di dalam negeri. Hingga saat ini, sudah ada tiga perusahaan yang berinvestasi dalam pengembangan sektor industri petrokimia di Indonesia, yaitu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Lotte Chemical Titan, dan Siam Cement Group (SCG).

"Mereka akan memproduksi kebutuhan bahan baku kimia berbasis nafta cracker di dalam negeri. Sehingga nanti kita tidak perlu lagi impor," tegas Airlangga.

Kemenperin menargetkan jumlah limbah plastik yang dapat didaur ulang pada tahun 2019 bisa menyentuh hingga 25%. Angka ini naik lebih dua kali lipat dari rata-rata limbah plastik yang didaur ulang pada tahun-tahun sebelumnya, sebesar 10%.

"Jadi industri daur ulang ini akan kami terus dorong. Beberapa industri di dalam negeri sudah bisa melakukan proses daur ulang. Sebenarnya daur ulang ini tidak hanya dilakukan untuk plastik tetapi juga kertas dan aluminium. Plastik itu bukan sampah, tetapi raw material (bahan baku)," paparnya.

Airlangga menuturkan, implementasi konsep circular economy atau ekonomi berkelanjutan di sektor industri, selain telah menjadi tren dunia, konsep tersebut juga dinilai mampu berkontribusi besar dalam menerapkan pola produksi dan konsumsi berkelanjutan yang menjadi tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs). "Industri manufaktur berperan penting dan memberikan dampak yang luas dalam mewujudkan circular economy di Indonesia," terangnya.

Konsep ekonomi berkelanjutan ini sejalan dengan standar industri hijau yang mampu berperan meningkatkan daya saing sektor manufaktur untuk masa depan, dengan mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal ini sesuai implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

Sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Penerapan industri hijau ini juga merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CCOF Bantu Daur Ulang...
CCOF Bantu Daur Ulang Sampah Plastik di Kalimantan dan Sulawesi
Agar Sampah Plastik...
Agar Sampah Plastik Tak Menumpuk, Dukung Industri Daur Ulang
Pemerintah Keluarkan...
Pemerintah Keluarkan Jurus Daur Ulang Sampah Menjadi Uang
Pabrik Daur Ulang Plastik...
Pabrik Daur Ulang Plastik Hadir di Jombang, Menperin: Mendukung Konsep Ekonomi Berkelanjutan
Pabrik Daur Ulang Sampah...
Pabrik Daur Ulang Sampah Plastik Beroperasi di Pasuruan, Ini Harapan Menperin Agus Gumiwang
Sampah Plastik Jenis...
Sampah Plastik Jenis Ini Miliki Tingkat Daur Ulang dan Nilai Ekonomis Tinggi
Berita Terkini
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
10 menit yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
46 menit yang lalu
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
1 jam yang lalu
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
2 jam yang lalu
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
3 jam yang lalu
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
10 jam yang lalu
Infografis
Industri Tetap Bisa...
Industri Tetap Bisa Beroperasi Saat PPKM Level 4 Jika Punya IOMKI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved