Iklan Rokok Dilarang di Medsos, Kemenkes Dituding Tak Paham Aturan

Selasa, 18 Juni 2019 - 15:14 WIB
Iklan Rokok Dilarang...
Iklan Rokok Dilarang di Medsos, Kemenkes Dituding Tak Paham Aturan
A A A
JAKARTA - Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) berpandangan langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memblokir iklan rokok di internet bersifat eksesif dan tidak didasari pemahaman yang baik mengenai peraturan iklan rokok.

“Bu Nila Moeloek seharusnya terlebih dahulu meninjau Peraturan Pemerintah No109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, sebab disana terdapat aturan main yang detail mengenai iklan atau promosi rokok,” ujar koordinator KNPK, Azami Mohammad di Jakarta, Selasa (18/6/2019).
(Baca Juga: Kominfo Resmi Blokir 114 Konten Iklan Rokok di Medsos )
Apalagi, menurut Azami, di dalam PP 109 Tahun 2012 Pasal 27 sampai Pasal 40 telah mengatur sangat detail mulai dari aturan hingga sanksi mengenai iklan atau promosi rokok di media teknologi informasi atau internet. “Semua sudah ada aturannya, jadi Kemenkes tidak boleh asal meminta kepada Kominfo untuk melakukan pemblokiran terhadap iklan rokok yang beredar di internet,” cetus Azami.

Berdasarkan isi surat edaran No. TM.04.01/Menkes.314/2019 Kemenkes memakai landasan Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 113 tentang Pengamanan Zat Adiktif. Dalam surat tersebut, Kemenkes berharap agar Menkominfo Rudiantara berkenan untuk memblokir iklan rokok di internet guna menurunkan prevalensi merokok khususnya pada anak-anak dan remaja.

Menanggapi hal ini, KNPK menilai bahwa aturan yang ada mengenai iklan atau promosi rokok sudah cukup ketat. Di sisi lain, KNPK turut mendukung penegakan aturan yang sudah ada tersebut.

“Kami mendukung kebijakan pemerintah mengenai Industri Hasil Tembakau (IHT) yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Jika ada yang melanggar aturan silahkan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Azami juga meminta Kemenkes jangan bersifat eksesif dengan melarang-larang iklan rokok di internet. Sebab hal tersebut dapat menimbulkan kegaduhan bagi iklim industri di Indonesia. “Kan gak semuanya iklan rokok di internet melanggar aturan, masa main larang dan blokir, ini kan jadi tidak sesuai dengan spirit revolusi industri 4.0,” ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pakar Paparkan Sains...
Pakar Paparkan Sains dan Teknologi di Balik Tembakau Inovatif Bebas Asap
Foom Berupaya Bantu...
Foom Berupaya Bantu Perokok Beralih ke Cara yang Lebih Aman
Siasat Produsen Rokok...
Siasat Produsen Rokok Hadapi Pelemahan Daya Beli
Pengaturan Ulang Regulasi...
Pengaturan Ulang Regulasi Rokok Elektrik Bisa Berdampak pada Kebijakan Fiskal
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Dinilai Ganggu Ekonomi...
Dinilai Ganggu Ekonomi Masyarakat, Kenaikan Cukai Rokok Diminta Setop
Berita Terkini
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
8 menit yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
35 menit yang lalu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
48 menit yang lalu
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
1 jam yang lalu
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved