Ekspor Teh Indonesia Berpeluang Naik di Tengah Perang Dagang AS-China

Rabu, 19 Juni 2019 - 01:16 WIB
Ekspor Teh Indonesia...
Ekspor Teh Indonesia Berpeluang Naik di Tengah Perang Dagang AS-China
A A A
JAKARTA - Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor teh di tengah perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat-China. Peluang tersebut dimanfaatkan salah satunya dengan mengikuti pameran World Tea Expo (WTE) 2019 di Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Hasilnya, Indonesia meraih potensi transaksi sebesar USD529 ribu dalam pameran tersebut dan diprediksi akan meningkat.

"Perang dagang AS-China merupakan momentum yang memberikan peluang lebih besar bagi para produsen teh seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hal ini dikarenakan teh hijau dan teh hitam China dengan kemasan di bawah 3 kg kemungkinan besar akan dikenakan tarif 25%. Sehingga hal tersebut menjadi celah teh Indonesia merebut pangsa pasar teh China yang dikenakan tarif," ujar Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles di Jakarta, Selasa (18/6).

Paviliun Indonesia menampilkan tujuh perusahaan, untuk kategori produk teh dan minuman herbal terdiri dari lima perusahaan yaitu Harendong Tea Estate, PT Bukit Sari, PT Kepala Djenggot, Mustika Ratu, dan Rowadu. Sedangkan, untuk kategori produk makanan ringan terdiri dari dua perusahaan, yaitu Jans Food dan Ladang Lima dengan produk-produknya yaitu sweet potato chips, salted butter cookies, Danish cookies dan vegan almond cookies.

Lokasi strategis didapatkan Paviliun Indonesia yakni di depan pintu masuk pameran. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri, yaitu bisa mendapatkan eksposur yang tinggi terhadap para pembeli. Gaya hidup sehat generasi muda AS menggeser gaya konsumsi minuman soda ke produk teh siap minum.

Hal tersebut mempengaruhi perkembangan produk minuman teh yang semakin berinovasi misalnya blended tea yang menggunakan bunga (bunga telang/butterfly pea, mawar, melati, dan lavender) sebagai campuran teh, teh rempah instan dengan berbagai kemasan yang menarik, teh untuk diet keto, chia seeds bubble tea, cider tea, sparkling tea, kombucha serta teh rasa buah-buahan tropik seperti sirsak.

Teh kombucha mengalami pertumbuhan pesat sejak 2017 karena digadang sebagai minuman “elixir of life” yang memberikan manfaat kesehatan untuk sistem pencernaan dan detoksifikasi. Nilai pasar teh Kombucha diperkirakan mencapai USD 556 juta pada 2018. “Tidak hanya importir daun teh, industri teh siap minum, khususnya Kombucha di AS juga dapat dibidik sebagai buyer sasaran," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Teh Paling Populer...
10 Teh Paling Populer di Dunia, Ada yang Daunnya Dipanggang demi Cita Rasa Khas
6 Makanan yang Harus...
6 Makanan yang Harus Dihindari saat Minum Teh, Nomor 3 Bikin Detak Jantung Cepat
House of Tea”, Kisah...
House of Tea, Kisah Satria Gunawan Bergelut dengan Teh, dari Terpaksa Jadi Cinta
Ini Makanan dan Minuman...
Ini Makanan dan Minuman Terbaik yang Bikin Tidur Nyenyak
Menjaga Loyalitas Penikmat...
Menjaga Loyalitas Penikmat Minuman Kekinian lewat Membership dan Communitea Hub
7 Bahan yang Aman Dikonsumsi...
7 Bahan yang Aman Dikonsumsi dengan Teh, Bikin Makin Sehat
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
1 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
3 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
3 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
5 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved