Garuda Segera Kaji Penurunan Tarif Tiket Pesawat Rute Tertentu

Jum'at, 21 Juni 2019 - 21:35 WIB
Garuda Segera Kaji Penurunan...
Garuda Segera Kaji Penurunan Tarif Tiket Pesawat Rute Tertentu
A A A
JAKARTA - Garuda Indonesia sebagai induk perusahaan Citilink menyambut baik rencana atau kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah soal tarif tiket pesawat.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, biaya operasional memang membuat maskapai harus menaikkan harga tiket. Namun, setelah mencermati adanya kebijakan yang dilakukan pemerintah melalui insentif dan meminta maskapai untuk menurunkan harga tiket di beberapa jam dan rute tertentu, perseroan menyatakan siap dan akan bersikap kooperatif. Ikhsan mengaku akan segera mengkaji rute mana saja yang harganya bisa diturunkan.

"Kami memang harus menghitung terlebih dahulu. Kalau diberi waktu segitu ya memang harus bergerak cepat," ujarnya kepada SINDO, Jumat (21/6/2019).

Senada, Lion Air juga telah menyatakan siap menyesuaikan tarif tiket pesawat untuk rute-rute domestik berdasarkan kebijakan dari pemerintah. Corporate Communication Strategy Lion Air Danang Mandala mengatakan, Lion Air saat ini sedang melakukan persiapan dan proses terkait penyesuaian tarif tersebut.

“Lion Air senantiasa berupaya menghadirkan pilihan perjalanan udara berkualitas guna memudahkan mobilisasi travelers antardestinasi dengan tetap mengedepakan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first),” ungkapnya.

Danang menambahkan bahwa penurunan harga jual tiket sudah dilakukan sebelumnya melalui model promo. “Diantaranya bertepatan momentum 19 tahun Lion Air. Ada penawaran tarif spesial untuk rute popular domestik,” tuturnya.

Lion Air menyatakan, harga jual tiket penerbangan merupakan implementasi penggabungan beberapa komponen menjadi kesatuan harga tiket pesawat.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution, kemarin (20/6), pemerintah menyatakan tengah menyiapkan insentif bagi maskapai penerbangan dalam negeri. Nantinya langkah ini diyakini bakal menurunkan tarif tiket pesawat khusus penerbangan low cost carrier (LCC) domestik untuk jadwal penerbangan tertentu. Pemberian fiskal ini bertujuan untuk menekan biaya operasional dari pihak maskapai, sehingga bisa meringankan beban perusahaan penerbangan. Pasalnya, biaya operasional yang tinggi membuat maskapai enggan menurunkan tarif lagi. Menurut Darmin, saat ini persiapan insentif tersebut sedang dalam tahap finalisasi dan diharapkan dalam waktu dekat bisa segera keluar.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PPN Tiket Pesawat Dihapus...
PPN Tiket Pesawat Dihapus dan Harga BBM Subsidi Stabil
Pemerintah Izinkan Maskapai...
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Harga Tiket Hingga 25 Persen
Tiket Pesawat Berpotensi...
Tiket Pesawat Berpotensi Naik Usai Harga Avtur Melonjak
Ini Biaya-biaya yang...
Ini Biaya-biaya yang Disisipkan Bikin Harga Tiket Pesawat Mahal
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Mahal, Sandiaga Uno: Kita Terus Koordinasi
Rencana Penurunan Harga...
Rencana Penurunan Harga Tiket Pesawat Sebelum Natal
Berita Terkini
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
42 menit yang lalu
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
59 menit yang lalu
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
1 jam yang lalu
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
1 jam yang lalu
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
2 jam yang lalu
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved