Pertumbuhan Ekonomi II/2019 Diperkirakan Hanya 5,15%

Sabtu, 22 Juni 2019 - 10:25 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi II/2019 Diperkirakan Hanya 5,15%
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2019 hanya berkisar antara 5,05-5,15%. Hal ini karena investasi sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi masih belum tumbuh optimal.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan, pada kuartal II/2019, pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi masyarakat selama puasa dan Lebaran. Selain itu, adanya pemilu juga turut mendorong konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (LNPRT) pada kuartal II/2019.

"Namun pada saat yang sama kami juga melihat kemungkinan investasi agak melambat karena investor cenderung melakukan wait and see. Jadi mereka masih menunggu hasil pemilu yang baru selesai pada April. Kita harapkan ada kenaikan investasi pada bulan Juni," ujarnya di Jakarta kemarin.

Meski pertumbuhan ekonomi kuartal II/2019 diperkirakan lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,07%, namun secara year-on-year (yoy) pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2019 tidak setinggi periode yang sama tahun 2018 yang mampu tumbuh sebesar 5,27%. "Kami prediksi lebih rendah dari tahun lalu," ungkapnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2019 akan melandai akibat penurunan kinerja ekspor. Eskalasi ketegangan perdagangan global yang meningkat telah berdampak pada penyusutan kinerja ekspor akibat terbatasnya permintaan dunia dan turunnya harga komoditas.

Meski begitu harga sejumlah komoditas seperti kimia, besi dan baja, batu bara dan minyak nabati masih relatif baik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi APBN sampai akhir Mei 2019 masih menunjukkan kondisi terkendali dan kinerja yang cukup baik. Penerimaan negara tumbuh 6,2%, lebih baik dibanding pertumbuhan hingga bulan April sebesar 0,5%.

Pertumbuhan penerimaan perpajakan sebesar 5,7%, lebih baik dibanding pertumbuhan hingga bulan April sebesar 4,7%. Pertumbuhan PNBP sebesar 8,6%, membaik dibanding posisi hingga bulan April yang tumbuh negatif 14,8%.

Penyerapan belanja negara tumbuh 9,8%, lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 7,9%, dan lebih baik juga dibanding pertumbuhan hingga bulan April sebesar 8,4%. "Realisasi defisit APBN sebesar 0,79% terhadap PDB dan keseimbangan primer mencapai sebesar negatif Rp0,4 triliun. Dengan demikian posisi utang masih pada level aman di 29,72% dari PDB. Kita harap pada kuartal III dan IV momentumnya terjaga dan lebih baik," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani: Pemulihan...
Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi Akan Terjadi di Kuartal IV
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II Diproyeksi Minus 3,1%
Sri Mulyani Bikin Kuda-Kuda...
Sri Mulyani Bikin Kuda-Kuda Hadapi Kemungkinan Terburuk
Sri Mulyani Obral Stimulus...
Sri Mulyani Obral Stimulus dan Insentif Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah Belum Berani...
Pemerintah Belum 'Berani' Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini
Nggak Sampai Minus,...
Nggak Sampai Minus, Menkeu Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2020 Bisa 0%
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
8 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
9 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
10 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
10 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
12 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
13 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved