Asosiasi Petani Sawit Keluhkan Kebijakan Pungutan Ekspor CPO

Minggu, 23 Juni 2019 - 13:41 WIB
Asosiasi Petani Sawit...
Asosiasi Petani Sawit Keluhkan Kebijakan Pungutan Ekspor CPO
A A A
JAKARTA - Para petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia (APPKSI) meminta pemerintah berpihak kepada petani dengan mencabut kebijakan pungutan ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Pungutan sebesar USD50 per ton CPO tersebut mengakibatkan harga tandan buah segar (TBS) merosot sehingga menyengsarakan petani.

Ketua Umum APPKSI Andri Gunawan menegaskan bahwa mereka terpaksa menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Keuangan Jakarta, setelah tersiar kabar pemerintah akan kembali melakukan pungutan CPO. "Kami akan menyurati pemerintah, bila perlu kembali menggelar demo jika pemerintah melakukan pungutan lagi," ujarnya dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Minggu (23/6/2019).

Menurut Andri, pungutan ekspor CPO akan berdampak secara sistemik pada kehidupan keluarga ekonomi petani sawit yang jumlahnya hampir lima juta petani.

Selain itu, kata dia, selama tiga tahun pun hasil pungutan ekspor CPO yang dihimpun Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS) hanya dinikmati oleh para pengusaha pemilik industri biodiesel yang mendapatkan dana yang dihimpun dari pungutan ekspor CPO, sebagai dana untuk menyubsidi industri biodiesel mereka.

"Hanya 0,1% saja dana pungutan ekspor CPO yang digunakan untuk program replanting kebun petani, itupun petani dibebani dengan bunga pinjaman bank yang tinggi jika ikut program replanting dari BPDKS," terangnya.

Menurut Andri, dalam tiga bulan terakhir ini petani sawit baru saja menikmati peningkatan harga TBS, setelah sejak Mei 2016 diadakan pungutan ekspor CPO yang memicu anjloknya harga tandan buah segar sawit dan menyebabkan kemiskinan petani sawit serta terbengkalainya kebun sawit petani akibat tidak terawat.

Selain menyengsarakan petani, lanjut dia, pungutan ekspor CPO juga akan menyebabkan jatuhnya harga CPO Indonesia dan akan sulit bersaing dengan produk ekspor CPO Malaysia yang tidak dibebani pungutan. "Karena itu kami meminta kebijakan Presiden Joko Widodo untuk tidak lagi menerapkan Pungutan Ekspor CPO," tegasnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan Dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit pada Mei 2015.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekspor CPO Dibuka Kembali,...
Ekspor CPO Dibuka Kembali, Petani Sawit Minta Konsistensi Kementerian Terkait
Serikat Petani Kelapa...
Serikat Petani Kelapa Sawit Ungkap Siasat Perusahaan CPO Raih Cuan Besar
Larangan Ekspor CPO...
Larangan Ekspor CPO Sudah Dicabut, Petani Sawit Masih Teriak Soal Harga TBS
Duh! Petani Sawit Ngaku...
Duh! Petani Sawit Ngaku Rugi Rp11 Triliun Gegara Larangan Ekspor CPO
Harga CPO Tinggi, Petani...
Harga CPO Tinggi, Petani Sawit Panen Mobil Baru
Harga TBS Sawit Masih...
Harga TBS Sawit Masih Anjlok Meski Larangan Ekspor CPO Dicabut, Petani Marah
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
29 menit yang lalu
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
7 jam yang lalu
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
7 jam yang lalu
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
8 jam yang lalu
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
8 jam yang lalu
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
9 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved