Perpres Mobil Listrik Segera Terbit

Rabu, 26 Juni 2019 - 10:05 WIB
Perpres Mobil Listrik...
Perpres Mobil Listrik Segera Terbit
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) masih menunggu penerbitan peraturan presiden (Perpres) sebagai payung hukum kebijakan pengembangan kendaraan listrik nasional.

Rencananya peraturan presiden terkait kebijakan kendaraan berlistrik tersebut akan segera diterbitkan. ”Perpres, Insyaallah sebentar lagi diterbitkan karena janjinya sudah akan ditandatangani. Informasi dari staf kepresidenan nggak lama lagi diterbitkan. Nggak lama lagi sudah ditandatangani,” ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, perpres kendaraan listrik penting sebagai landasan hukum untuk pengembangan listrik di dalam negeri.

Pasalnya, PLN harus memperhitungkan pasokan hingga pembangunan infrastruktur, seperti stasiun penyedia listrik umum (SPLU) maupun infrastruktur pengisian listrik cepat (fast charging) secara nasional.

”Kalau dari sisi pasokan, kami sangat siap. Infrastruktur PLN juga siap, tinggal fast charging-nya saja. Kalau fast charging bisa dilakukan di mana saja,” kata dia. Dia mengatakan, fast charging bisa dilakukan di rumah dan perkantoran.

Bahkan, PLN juga sudah menyediakan SPLU khususnya di DKI Jakarta untuk mengakomodasi para pedagang kaki lima serta usaha mikro kecil dan menengah.

Tak berhenti di situ, untuk mengakomodasi penggunaan kendaraan listrik, kata dia, penyediaan fast charging juga bisa dilakukan bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero).

Nanti PLN bisa bersinergi dengan Pertamina untuk menyediakan fast charging di SPBU. ”Kita akan menambah fasilitas charging-charging di tempat umum seperti bisa dilakukan di tempat parkir. Kita juga terbuka kolaborasi dengan Pertamina menyediakan SPLU maupun fast charging di SPBU,” kata dia.

Tidak hanya itu, PLN juga siap memberikan fasilitas insentif berupa potongan tarif listrik saat masyarakat melakukan pengisian kendaraan listrik pada malam hari. Pasalnya, beban kondisi kelistrikan kalau malam hari mengalami penurunan.

”Nanti kita bisa berikan insentif, kalau ngechargnya malam hari saat pulang kantor. Katakanlah mulai jam sepuluh malam sampai jam empat pagi nanti tarifnya bisa kita kasih murah,” ujarnya.

Dia memastikan jika pengembangan mobil listrik bergulir tentu pertumbuhan kebutuhan listrik PLN bisa meningkat. Pihaknya juga mengatakan PLN sedang merancang pembuatan fast charging guna memfasilitasi kebutuhan kendaraan listrik secara nasional.

”Pada dasarnya, 80% di negara- negara lain seharusnya fast charging itu ditempatkan di rumah dengan harga murah dan diberikan diskon dicharge selama enam jam.

Tapi, karena mahal, maka akan kita sediakan hanya di beberapa lokasi di Jakarta,” kata dia. Untuk saat ini, pihaknya sedang mengintensifkan kerja sama dengan Blue Bird dan Transjakarta untuk memasang fast charging di luar depo.

”Nanti akan dipilih lokasinya, apakah di bandara atau di mal atau di tempat yang ramai yang memang diperlukan fast charging,” kata dia.

Sementara itu, General Manajer PLN Distribusi Jakarta Raya M Ikhsan Asaad mengatakan, akan menyiapkan infrastruktur pengisian baterai listrik untuk mobil taksi Blue Bird, 10 Bus Transjakarta, serta mobil listrik lainnya.

Saat ini sudah ada dua lokasi yang akan dibangun tempat pengisian mobil listrik. Pihaknya akan membangun lima lokasi, namun baru dua lokasi yang sudah ditetapkan di sepanjang Jalan MH Thamrin.

”Rencana tahap I ada lima tempat, Kantor PLN Gambir, lalu kita komunikasi dengan Blue Bird apa dibangun di bandara atau mal,” kata Ikhsan. Dia mengatakan, untuk mewujudkan itu pihaknya akan melakukan lelang terbuka.

”Kami akan kerja sama dengan pihak ketiga membangun teknologi fast charging , karena satu fast charging itu harganya Rp1-2 miliar. Kami akan tender segera,” ujar dia. Dia menambahkan, sudah terdapat beberapa mitra yang akan diajak kerja sama.

Untuk lelang nanti akan dilakukan di dua lokasi khususnya di Jakarta. ”Nanti akan kita lelang dua dulu dengan nilai sekitar Rp4 miliar. Ini kita lagi proses pemilihan teknologinya,” ungkap dia. (Nanang Wijayanto)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Pengembangan SPKLU yang...
Pengembangan SPKLU yang Masif Mendorong Masyarakat Menggunakan Kendaraan Listrik
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
PLN Siap Jalankan Keputusan...
PLN Siap Jalankan Keputusan Pemerintah Berikan Stimulus Listrik
Berita Terkini
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
22 menit yang lalu
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
43 menit yang lalu
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
9 jam yang lalu
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
10 jam yang lalu
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
10 jam yang lalu
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
10 jam yang lalu
Infografis
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Indonesia Bisa Salip AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved