Bekraf Luncurkan Program IKKON 2019 di 5 Daerah

Sabtu, 29 Juni 2019 - 01:11 WIB
Bekraf Luncurkan Program...
Bekraf Luncurkan Program IKKON 2019 di 5 Daerah
A A A
JAKARTA - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali membuka program Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) 2019 bagi para profesional untuk membantu pengembangan ekonomi kreatif lokal.

IKKON 2019 membuka spesifikasi profesi khusus yaitu desainer interior, desainer komunikasi visual, desainer produk, desainer mode, desainer tekstil, dan arsitek. Sedangkan profesi lain adalah koreografer, etnomusikolog, ahli kuliner, fotografer, videografer, antropolog, dan pengembang bisnis.

"Kami menempatkan pelopor pelaku kreatif di daerah untuk membangun pengembangan ekonomi kreatif lokal, diharapkan dengan program ini, jangkauannya untuk ekonomi daerah bisa lebih luas dan mendalam sesuai amanat dari Presiden Joko Widodo," ujar Kepala Bekraf, Triawan Munaf di Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Tahun ini, IKKON juga akan diselenggarakan di 5 kota lainnya yaitu Kabupaten Aceh Utara, Aceh; Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau; Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat; Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur; dan Kota Tomohon di Sulawesi Utara.

"Kita harus bisa memanfaatkan potensi lokal untuk menjadi modal, dalam IKKON ini kami menggunakan konsep live-in, atau bisa disebut istilah milenialnya artist in residence, pelaku kreatif yang berbasis urban. Kolaborasi merupakan kata kunci dari kegiatan ini, dengan adanya dikotomi urban dan rural justru kita menjadi kaya," tandasnya.

IKKON memfasilitasi kreator dan konseptor muda untuk berkarya dengan seniman lokal. Proses kolaborasi itu sendiri mempertimbangkan potensi dasar para pengrajin dan seniman lokal, sehingga diperlukan adanya metode stimulus untuk memancing potensi gagasan ide dari mereka.

"Seni tradisi lokal penuh dengan spontanitas, maka kami harapkan akan banyak karya kreatif yang berkualitas, kompetitif, dan berkelanjutan dari IKKON. Program ini pun layaknya dipandang sebagai akademi bagi generasi muda terutama milenial perkotaan untuk belajar kembali ke daerah," ungkap Triawan.

Mengkolaborasikan produk-produk yang berakar dari tradisi lokal dengan ilmu pengetahuan serta teknologi akan menciptakan produk kompetitif, menembus batas teritorial, sekat aliran, dan bahkan halangan-halangan yang sebelumnya dihadapi oleh produk lokal. Oleh karena itu, mengirimkan para pelaku kreatif untuk tinggal dan berkreasi di pedesaan akan berjalan laksana penyebaran pupuk demi tumbuhnya perekonomian daerah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelaku Industri Kreatif...
Pelaku Industri Kreatif Dapat Insentif dari Pemerintah
Jangan Sedih, Ini Cara...
Jangan Sedih, Ini Cara Buat Pelaku Ekonomi Kreatif Naikkan Omset Penjualan
Kampanye Nasional, #SribuinAja
Kampanye Nasional, #SribuinAja
Industri Kuliner Berkembang...
Industri Kuliner Berkembang Pesat di Indonesia
Pelaku Ekraf Diminta...
Pelaku Ekraf Diminta Proaktif Tingkatkan Daya Saing
Polapadu 2025: Karya,...
Polapadu 2025: Karya, Kolaborasi, dan Kreasi Mahasiswa DKV New Media BINUS University Hadirkan Spektrum Baru Industri Kreatif
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
16 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
27 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
51 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved