PT. Pos Indonesia Antisipasi Bisnis Remitansi di Era Digital

Senin, 01 Juli 2019 - 09:52 WIB
PT. Pos Indonesia Antisipasi...
PT. Pos Indonesia Antisipasi Bisnis Remitansi di Era Digital
A A A
BANDUNG - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menargetkan biaya pengiriman remitansi tidak melebihi 3% dari jumlah uang yang dikirim. Angka tersebut ditetapkan melalui Sustainable Development Goals (SDGs).

Namun menurut Manajer Remitansi Luar Negeri PT Pos Indonesia Abdussyukur Muharam, pada beberapa koridor, sebut saja Afrika, masih ditemukan biaya pengiriman yang tinggi. Artinya para pekerja migran yang berasal dari Afrika harus mengeluarkan biaya yang terbilang tinggi bila ingin melakukan pengiriman uang ke negara asalnya. Di Asia sendiri, rata-rata biayanya adalah 5% dari jumlah uang yang dikirimkan.

“Untuk bisnis remitansi, Pos Indonesia sendiri yang telah bekerjasama dengan berbagai perusahaan MTO terkemuka, secara rata-rata biayanya sudah sesuai dengan target yang ditetapkan oleh PBB, yaitu sebesar 3%,” ujar Abdussyukur.

Namun, seiring perkembangan teknologi berbasis BlockChain, maka ke depannya diproyeksikan akan bermunculan perusahaan-perusahaan MTO baru yang menawarkan kecepatan dan efisiensi dengan biaya yang relatif lebih murah.

“Jika mengutip jargon dari BlockChain sendiri, yaitu biaya mendekati 0%! Jelas ini menjadi tantangan,” tandas Abdussyukur.

Jika kondisinya demikian, imbuh Abdussyukur, maka akan memicu peta persaingan bisnis yang lebih ketat. Bagi Pos Indonesia sendiri, berbagai langkah antisipasi ke depan sudah akan dilakukan, khususnya kecenderungan para nasabah remitansi yang sudah tidak ingin lagi menerima uang dalam bentuk cash.

“Kami menyadari ke depannya para nasabah ini lambat-laun akan meninggalkan cash money dan beralih kepada account. Untuk saat ini nasabah remitansi khususnya yang berada di pelosok daerah mereka rata-rata belum bankable sehingga keberadaan Kantor Pos di daerah mereka tinggal betul-betul sangat membantu mereka,” ungkap Abdussyukur.
(akn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pos IND: Lebih dari...
Pos IND: Lebih dari Sekadar Pengiriman, Ini tentang Menyampaikan Harapan
Film Kartu Pos Wini...
Film Kartu Pos Wini Merajut Kenangan Berkirim Surat di Kantor Pos
Pengiriman Paket Pos...
Pengiriman Paket Pos Meningkat Jelang Lebaran
Pos Indonesia Perkuat...
Pos Indonesia Perkuat Sinergi dengan Kementerian dan Lembaga
Tayang 6 April, Film...
Tayang 6 April, Film Kartu Pos Wini Jadi Upaya Pos Indonesia Rangkul Milenial dan Gugah Kesadaran pada Kanker
Pos Giro Cash PT Pos...
Pos Giro Cash PT Pos Indonesia Raih Prominent Awards
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
3 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
4 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
6 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
8 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
9 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
10 jam yang lalu
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved