Efek Pertemuan Trump-Jinping, Rupiah di Awal Pekan Dibuka Menguat
Senin, 01 Juli 2019 - 12:22 WIB
Efek Pertemuan Trump-Jinping, Rupiah di Awal Pekan Dibuka Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Senin (1/7/2019) dibuka naik setelah laju fluktuatif sepanjang pekan ini. Awal pekan, rupiah mencuatkan sinyal positif untuk mengiringi penguatan terbatas mata uang Negeri Paman Sam.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga naik tipis Rp14.118/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.126/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.082-Rp14.118 per dolar AS.
Data Yahoo Finance justru menunjukkan perbaikan rupiah pada sesi pagi perdagangan menjadi Rp14.115/USD dengan pergerakan harian Rp14.080 hingga Rp14.231/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal perlawanan rupiah dibandingkan sebelumnya Rp14.125/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi turut memperlihatkan raihan positif dari sebelumnya. Mata uang Garuda terus menguat Rp14.095/USD atau lebih baik dari kemarin Rp14.127/USD.
Sebagai informasi, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar. Hal ini sebagai efek pertemuan presiden Amerika Serikat Donald Trump dan presiden Chian Xi Jinping di sela KTT G20 di Jepang, Sabtu (29/6/2019).
Won Korea tercatat menguat 0,21%, yuan China menguat 0,15%, dan ringgit Malaysia menguat 0,1%. Sementara itu, baht Thailand menguat 0,07 %, dolar Hong Kong menguat 0,03%, dan dolar Singapura 0,02%. Di kawasan Asia, hanya yen Jepang saja yang mencatat pelemahan terhadap dolar, yakni sebesar 0,04%.
Di sisi lain, sebagian besar mata uang negara maju keok terhadap dolar AS, seperti poundsterling Inggris sebesar 0,06%, euro sebesar 0,16%, dolar Australia sebesar 0,14%.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga naik tipis Rp14.118/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.126/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.082-Rp14.118 per dolar AS.
Data Yahoo Finance justru menunjukkan perbaikan rupiah pada sesi pagi perdagangan menjadi Rp14.115/USD dengan pergerakan harian Rp14.080 hingga Rp14.231/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal perlawanan rupiah dibandingkan sebelumnya Rp14.125/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi turut memperlihatkan raihan positif dari sebelumnya. Mata uang Garuda terus menguat Rp14.095/USD atau lebih baik dari kemarin Rp14.127/USD.
Sebagai informasi, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar. Hal ini sebagai efek pertemuan presiden Amerika Serikat Donald Trump dan presiden Chian Xi Jinping di sela KTT G20 di Jepang, Sabtu (29/6/2019).
Won Korea tercatat menguat 0,21%, yuan China menguat 0,15%, dan ringgit Malaysia menguat 0,1%. Sementara itu, baht Thailand menguat 0,07 %, dolar Hong Kong menguat 0,03%, dan dolar Singapura 0,02%. Di kawasan Asia, hanya yen Jepang saja yang mencatat pelemahan terhadap dolar, yakni sebesar 0,04%.
Di sisi lain, sebagian besar mata uang negara maju keok terhadap dolar AS, seperti poundsterling Inggris sebesar 0,06%, euro sebesar 0,16%, dolar Australia sebesar 0,14%.
(ind)