Jokowi Tekankan Pembangunan Sektor Pariwisata Harus Terintegrasi

Kamis, 04 Juli 2019 - 22:16 WIB
Jokowi Tekankan Pembangunan...
Jokowi Tekankan Pembangunan Sektor Pariwisata Harus Terintegrasi
A A A
MINAHASA UTARA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya pembangunan pariwisata yang terintegrasi, antara pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Hal ini disampaikan saat meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara Sulawesi Utara (Sulut)

"Turis yang mau kesini banyak dan semakin banyak, jika kita siap. Oleh sebab itu perlu kerja yang terintegrasi antara pemerintah daerah baik kota, provinsi maupun kabupaten dan pusat harus nyambung," ujar Jokowi di Minahasa, Kamis (4/7/2019).

Melihat perkembangan sektor pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut), menurutnya belum semuanya siap. Dicontohkan olehnya, KEK Likupang dinilai masih perlu dipersiapkan dengan baik sehingga dapat menarik kunjungan wisatawan.

"Saya berikan contoh misalnya masalah pengajuan KEK ini Likupang. Ini ada tanah swasta dan ex BUMN juga ada. Yang belum selesai-selesai mau kita selesaikan, biar apa? Biar investasi ini berani datang. Kalau ndak rampung-rampung, payung hukumnya ndak selesai-selesai ya engga akan mulai-mulai," paparnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menegaskan bahwa pemerintah pusat akan membantu Sulut untuk menyiapkan berbagai infrastruktur penujang pariwisata. Mulai dari pelebaran jalan, pelebaran bandara, perpanjangan runway, pembangunan tol, dan pembangunan Jembatan di Pulau Lembeh Bitung.

"Tata ruang semua ini kecegatnya disitu, nanti malam kita rapat terbatas kita selesaikan di ratas. Semuanya biar clear. Mumpung ada Kepala BPN, ada Gubernur, Bupati, Walikota, Menko ada. Itu semua yang saya ingin kerjakan," tegasnya.

Dia juga meminta Kementerian Pariwisata dam Pemda Sulut untuk membuat acara tahunan yang bisa ditawarkan kepada para wisatawan. "Minggu keberapa, bulannya apa. Jadi orang ke sini ada terus yang ditonton. Ini juga disiapin. Harus ada yang nyiapin. Minimal tiap minggu harus ada. Minimal Sabtu, Minggu harus ada tontonan. Di sini kan banyak tontonan budaya banyak. Entah di Manadonya, entah di KEK-nya. Terserah. Tapi harus ada terus," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved