Indonesia-Kanada Sukses Dorong Pelaku UKM Lakukan Ekspor
Jum'at, 05 Juli 2019 - 00:41 WIB
Indonesia-Kanada Sukses Dorong Pelaku UKM Lakukan Ekspor
A
A
A
JAKARTA - Sinergi antara Kementerian Perdagangan dan Global Affairs Canada (GAC) dalam Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project Kanada selama periode 2015-2019, berhasil mencatat hasil positif.
Direktur JenderalPengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Arlinda, mengatakan selama periode tersebut, Kemendag dan TPSA Project mampu melaksanakan 80 aktivitas yang berdampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha Indonesia dan peningkatan ekspor Indonesia ke Kanada dan negara lainnya.
"Kami sangat mengapresiasi proses kerja sama TPSA Project yang secara keseluruhan telah terlaksana dengan baik," terang Arlinda di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).
Melalui kerjasama TPSA Project, telah dilakukan pembinaan terhadap 15 usaha kecil menengah (UKM) untuk 3 komoditas, yakni pakaian jadi, alas kaki, dan kopi, untuk bisa ekspor ke pasar Kanada dan Amerika Utara.
Kerjasama TPSA Project berhasil membukukan peningkatan ekspor sebesar USD4,8 juta. Nilai tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan negosiasi bisnis yang masih berjalan pada tiga sektor tersebut.
"Melalui pembinaan yang intensif, para UKM binaan TPSA Project berhasil masuk ke pasar Kanada dan meningkatkan ekspor. Dengan adanya peningkatan ekspor ini, diharapkan dapat mendorong peningkatan hubungan perdagangan Indonesia dan Kanada ke depannya," lanjut Arlinda.
Kerjasama TPSA Project juga memberikan program peningkatan kapasitas pengetahuan kepada asosiasi pelaku usaha dan instansi terkait. Kepada pelaku usaha terpilih, dilakukan pembinaan dan pengembangan pengetahuan dengan memerhatikan tiga aspek utama dalam menjalankan usaha, yaitu aspek gender, aspek lingkungan, dan aspek keberlanjutan.
Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen PEN, Marolop Nainggolan, menyatakan Kemendag dan GAC melakukan sinergi mendukung pelaku usaha dalam negeri.
"Terutama yang dimiliki dan dijalankan oleh perempuan untuk didukung ekspor ke Kanada dan dunia," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Field Director TPSA Project, Gregory Elms, terkait dengan ketiga aspek tersebut.
"Pemerintah Kanada sangat fokus pada aspek keadilan gender dalam dunia usaha dan iklim usaha yang berkelanjutan. Keberhasilan pelaksanaan TPSA Project merupakan koordinasi dan kolaborasi kedua negara sehingga dapat memberikan dampak positif yang signifikan kepada pelaku usaha di Indonesia," jelasnya.
Direktur JenderalPengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Arlinda, mengatakan selama periode tersebut, Kemendag dan TPSA Project mampu melaksanakan 80 aktivitas yang berdampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha Indonesia dan peningkatan ekspor Indonesia ke Kanada dan negara lainnya.
"Kami sangat mengapresiasi proses kerja sama TPSA Project yang secara keseluruhan telah terlaksana dengan baik," terang Arlinda di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).
Melalui kerjasama TPSA Project, telah dilakukan pembinaan terhadap 15 usaha kecil menengah (UKM) untuk 3 komoditas, yakni pakaian jadi, alas kaki, dan kopi, untuk bisa ekspor ke pasar Kanada dan Amerika Utara.
Kerjasama TPSA Project berhasil membukukan peningkatan ekspor sebesar USD4,8 juta. Nilai tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan negosiasi bisnis yang masih berjalan pada tiga sektor tersebut.
"Melalui pembinaan yang intensif, para UKM binaan TPSA Project berhasil masuk ke pasar Kanada dan meningkatkan ekspor. Dengan adanya peningkatan ekspor ini, diharapkan dapat mendorong peningkatan hubungan perdagangan Indonesia dan Kanada ke depannya," lanjut Arlinda.
Kerjasama TPSA Project juga memberikan program peningkatan kapasitas pengetahuan kepada asosiasi pelaku usaha dan instansi terkait. Kepada pelaku usaha terpilih, dilakukan pembinaan dan pengembangan pengetahuan dengan memerhatikan tiga aspek utama dalam menjalankan usaha, yaitu aspek gender, aspek lingkungan, dan aspek keberlanjutan.
Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen PEN, Marolop Nainggolan, menyatakan Kemendag dan GAC melakukan sinergi mendukung pelaku usaha dalam negeri.
"Terutama yang dimiliki dan dijalankan oleh perempuan untuk didukung ekspor ke Kanada dan dunia," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Field Director TPSA Project, Gregory Elms, terkait dengan ketiga aspek tersebut.
"Pemerintah Kanada sangat fokus pada aspek keadilan gender dalam dunia usaha dan iklim usaha yang berkelanjutan. Keberhasilan pelaksanaan TPSA Project merupakan koordinasi dan kolaborasi kedua negara sehingga dapat memberikan dampak positif yang signifikan kepada pelaku usaha di Indonesia," jelasnya.
(ven)
Lihat Juga :