Hingga 8 Juli, Realisasi AUTP Mencapai 800.000 Hektar

Senin, 08 Juli 2019 - 21:35 WIB
Hingga 8 Juli, Realisasi...
Hingga 8 Juli, Realisasi AUTP Mencapai 800.000 Hektar
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian menggelar rapat koordinasi mitigasi dan adaptasi kekeringan di Jakarta, Senin (8/7/2019). Selain berbagai upaya antisipasi, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) juga digencarkan. Dari target 1 juta hektar sawah yang diasuransikan hingga Senin ini, mencapai 800.000 hektar sawah.

"Target yang diikutkan sebanyak 1 juta hektar, terus ternyata yang ikut 800.000," ungkap Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Sarwo Edhy di rapat koordinasi mitigasi dan adaptasi kekeringan, di Jakarta, Senin (8/7/2019).

AUTP ini dapat membantu petani yang mengalami gagal panen atau puso. Nantinya, pemerintah melalui PT Jasindo akan membayarkan uang ganti rugi sebesar Rp6 juta per hektar. Untuk preminya, petani dikenai biaya Rp36.000 per hektar per musim tanam. Sedangkan, pemerintah menanggung premi sebesar Rp144.000 per hektar.

"Premi Rp36.000 per hektar dibayar per musim tanam dan sebesar Rp144.000 disubsidi oleh pemerintah," ucap Sarwo.

Sarwo mengungkapkan, pada tahun 2018, realisasi pelaksanaan AUTP di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara mencapai 232.255 hektar.

"Tahun lalu sekitar 200.000 hektar yang ajukan klaim. Karena enggak semuanya puso kena bencana, yang ajukan klaim itu yang kena bencana saja," terang Sarwo.

Sarwo mengatakan, biasanya petani baru mengajukan asuransi di musim tanam kedua. "Biasanya musim tanam dua baru mengajukan asuransi, itu setiap tahun begitu," imbuh dia.

Sedangkan, di tahun 2019 ini terdapat 9.358 hektar sawah padi di Jawa dan Nusa Tenggara mengalami gagal panen atau puso.

"Terdapat lebih kurang 100 kabupaten dan kota dengan total luasan 102.746 hektar dan puso 9.358 hektar," papar Sarwo.

Sebanyak 9.358 hektar (ha) tersebut terbagi di sejumlah wilayah, yakni Jawa Tengah 1.893 Ha, Daerah Istimewa Yogyakarta 1.757 Ha, Jawa Timur 5.069 Ha, dan Nusa Tenggara Timur 15 Ha.

Sementara, Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Sumardjo Gatot Irianto, mengatakan bagi petani yang gagal panen tersebut dapat melakukan klaim AUTP. Sedangkan, bagi yang tak memiliki AUTP akan diberi bantuan benih. Namun, apabila petani tersebut tak bisa lagi menanam padi maka diberi alternatif menanam jagung dan kedelai.

"Kalau dia (petani padi) AUTP bisa klaim. Kalau dia tidak (memiliki AUTP), kita kasih bantuan benih. Tapi kalau enggak bisa tanam padi berarti kasih jagung dan kedelai," ujar Gatot.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Dilanda Kekeringan,...
Dilanda Kekeringan, Petani Bogor Diminta Segera Urus Klaim Asuransi
Lahan Kekeringan, Petani...
Lahan Kekeringan, Petani Padang Diminta Asuransikan Lahan
Kementan Beri Saran...
Kementan Beri Saran ke Petani Kabupaten Bogor untuk Hadapi Kekeringan
Ditjen PSP Kementan...
Ditjen PSP Kementan Bantu Petani Bangkalan Atasi Kekeringan dengan Embung
Petani Demak Bisa Manfaatkan...
Petani Demak Bisa Manfaatkan Asuransi untuk Hindari Kerugian
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
1 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
4 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
4 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved