IHSG Jatuh 21,85 Poin, Rupiah Melemah ke Rp14.079

Jum'at, 12 Juli 2019 - 12:16 WIB
IHSG Jatuh 21,85 Poin,...
IHSG Jatuh 21,85 Poin, Rupiah Melemah ke Rp14.079
A A A
JAKARTA - Harapan untuk pemangkasan suku bunga The Fed kembali memudar. Penyebabnya indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) inti AS yang naik 0,3% pada bulan Juni, kenaikan terbesar sejak Januari 2018.

Kenaikan inflasi ini menandakan perekonomian AS masih berada dalam jalur tepat. Sehingga bank sentral AS tidak perlu buru-buru untuk melakukan pemangkasan suku bunga.

Hasil ini, melansir dari Reuters, Jumat (12/7/2019), membuat indeks USD kembali menguat alias rebound terhadap enam mata uang utama ke level 97,00, setelah kemarin berada di level 96,79.

Dolar AS yang kembali perkasa melemahkan rupiah di pasar spot. Pada sesi I perdagangan Jumat ini, rupiah di data Bloomberg, terdepresiasi 12 poin atau 0,09% ke level Rp14.079 per USD, berbanding penutupan Kamis lalu di Rp14.067 per USD.

Data Yahoo Finance mencatat rupiah terdepresiasi 15 poin atau 0,10% menjadi Rp14.075 per USD, berbanding Kamis lalu di Rp14.060 per USD.

Senada dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Jumat (12/7), semakin tergerus 21,85 poin atau 0,34% ke level 6.395,21.

Awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 0,04% atau 2,87 poin ke level 6.414,20. Dari 534 saham yang diperdagangkan, 221 tertekan, 153 tetap, dan 160 menguat.

Nilai transaksi saham sebesar Rp3,74 triliun dari 10,94 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing Rp161,92 miliar, dengan aksi beli asing Rp769,75 miliar dan aksi jual asing Rp607,82 miliar.

Melemahnya IHSG selaras dengan bursa regional Asia yang bergerak fluktuatif karena investor menunggu data perdagangan dan pinjaman utama China, dan masih adanya kekhawatiran ketegangan perdagangan China-AS.

China akan merilis data perdagangan Juni, dengan analis memperkirakan ekspor jatuh karena melemahnya permintaan global dan kenaikan tajam dalam tarif impor AS berdampak negatif pada perdagangan.

Selain itu, mengutip dari CNBC, bursa Asia fluktuatif merespon melemahnya ekonomi Singapura yang hanya tumbuh 0,1% di kuartal II-2019.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dolar AS Lagi Merana,...
Dolar AS Lagi Merana, Rupiah dan IHSG Kompakan Perkasa
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp17.900, IHSG Tiba-tiba Anjlok 2,35%
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Dolar AS Keok, Rupiah...
Dolar AS Keok, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.335
Rupiah dan IHSG Ambruk...
Rupiah dan IHSG Ambruk Berjamaah, Airlangga Klaim Masih Aman
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
16 menit yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
1 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
1 jam yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
7 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
7 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
9 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved