Gelar Pertemuan Bilateral, Indonesia Perkuat Akses Pasar Pertanian ke Australia

Jum'at, 12 Juli 2019 - 18:14 WIB
Gelar Pertemuan Bilateral,...
Gelar Pertemuan Bilateral, Indonesia Perkuat Akses Pasar Pertanian ke Australia
A A A
LAMPUNG - Kementerian Pertanian (Kementan) memfasilitasi Pertemuan the Working Group on Agriculture, Food and Forestry Cooperation yang ke-22 (WGAFFC) di Hotel Novotel Bandar Lampung, Rabu (10/7/2019).

Pertemuan bilateral yang melibatkan pemerintah Indonesia dan Australia tersebut digelar untuk membahas isu-isu peternakan, hortikultura, dan perkarantinaan, serta merumuskan kerja sama teknis yang strategis dan konkret.

Secara khusus, Plt. Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono meminta pihak Australia untuk memberikan akses pasar yang luas bagi komoditas hortikultura Indonesia, seperti pisang, nanas, mangga, salak, dan manggis untuk dapat masuk ke pasar Australia.

“Fasilitasi akses pasar ini juga harus didukung kerja sama teknis dan capacity building dari pihak Australia. Sehingga Australia tidak hanya membuka pasarnya untuk produk pertanian Indonesia, akan tetapi melakukan kerja sama dalam peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia,” ungkap Momon saat dimintai keterangan, Jumat (12/7/2019).

Pada pertemuan sebelumnya yang diadakan pada bulan Februari 2018 di Meulbourne, Kementan yang diwakili oleh Badan Karantina Pertanian (Barantan) telah berhasil mencapai kesepakatan di antaranya disetujuinya metode iradiasi untuk ekspor komoditas mangga dan buah naga, juga ekspor produk olahan ayam yang harus sesuai dengan persyaratan biosecurity Australia.

Agenda pertemuan bilateral tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan kunjungan lapang ke unit usaha hortikultura yang ada di provinsi Bandar Lampung. Pada kesempatan itu, delegasi Australia mengunjungi perusahan Great Giant Food (GGF), salah satu produsen terbesar pisang dan nenas di Indonesia.

“Kunjungan ini menjadi sangat penting sebagai upaya Indonesia dalam mempromosikan dan meyakinkan pihak Australia dalam hal kesiapan komoditi pisang dan nenas untuk memasuki pasar Australia,” jelas Momon.

Dipimpin langsung oleh Momon, delegasi Indonesia turut melibatkan perwakilan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ditjen Hortikultura, Badan Karantina Pertanian, dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Lampung serta pelaku usaha bidang hortikultura (Great Giant Food).

Sementara itu, delegasi Australia dipimpin oleh Ms. Jodie Ann Mc Alister, Acting First Assistant Secretary for trade and market access, Ministry of Agriculture of Australian.

Untuk selanjutnya, pertemuan bilateral kedua negara akan dilaksanakan di Australia pada tahun 2020. Kedua negara menyepakati pertemuan WGAFFC menjadi landasan yang kuat dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi kedua negara di forum internasional.

“Kita harapkan komitmen kedua negara dapat diimplementasikan secepatnya dan dijadikan sebagai tonggak kemajuan pembangunan pertanian dan peningkatan ekonomi bagi kedua belah pihak,” pungkas Momon.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
11 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved