PLN: Kualitas Udara Buruk Bukan Karena Pembangkit Listrik

Sabtu, 13 Juli 2019 - 08:14 WIB
PLN: Kualitas Udara...
PLN: Kualitas Udara Buruk Bukan Karena Pembangkit Listrik
A A A
JAKARTA - Kualitas udara yang buruk khususnya di Jakarta diyakini tidak disebabkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Executive Vice President Corporate Communication PT PLN (Persero), I Made Suprateka, mengungkapkan lokasi PLTU dan PLTGU Muara Karang dan juga PLTGU Priok terletak di bagian utara Jakarta. Demikian pula PLTU Batubara Lontar yang ada di Provinsi Banten.

"Saat ini sudah berkembang teknologi penangkap debu (Super Ultra Critical Represitator). Suplai kebutuhan listrik di Indonesia kebanyakan berasal dari PLTU, mengingat belum dapat terpenuhinya kebutuhan energi di lokasi tersebut yang berasal dari EBT," jelas Made dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/7/2019).

Radius sebaran dampak emisi PLTU batubara terjauh adalah 30 kilometer, dengan asumsi adanya emisi gas buangnya terdekat Batubara Lontar Banten, yang jaraknya 70 kilometer dari pusat kota Jakarta.

Saat ini, menurut Made, sejumlah PLTU pembangunannya dilakukan dengan baik oleh PLN ataupun oleh Independent Power Producer (IPP).

"Sudah menggunakan teknologi berbasis Super Ultra Critical Represitator, dimana debu yang keluar ditangkap dan dapat diendapkan. Sehingga dapat dicegah penyebarannya," tuturnya. Dengan demikian tidak ada lagi sebaran debu, karena volumenya sangat minim (hanya 2%) dari pembakaran batubara PLTU.

Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian, Teddy Caster Sianturi, mengatakan batubara masih dijadikan alternatif sumber energi. Hal ini karena terjadi transformasi kebutuhan energi dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya mengandalkan pada minyak dan gas bumi yang terbukti telah membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan menggunakan batubara yang cadangannya lebih besar, diperkirakan masih dapat dipergunakan sampai 50 tahun ke depan. Sementara cadangan migas hanya akan bertahan sekitar 20-30 tahun lagi.

Namun demikian, dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah ditetapkan, pemerintah akan terus meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Jika pada 2015, kontribusi EBT baru mencapai 5%, maka tahun 2025 ditargetkan menjadi lebih dari 23%, dan naik lagi menjadi lebih dari 31% pada 2050.

Sedangkan kontribusi gas relatif stabil, berkisar sekitar 23%. Kontribusi batubara akan meningkat dari 25% pada 2015 menjadi lebih dari 30% pada 2025, tetapi setelah itu dikurangi sehingga menjadi sekitar 25% pada 2050. Khusus untuk minyak bumi telah ditargetkan untuk dikurangi peranannya setiap tahun.

Jika pada 2015 kontribusinya mencapai 46%, maka angka tersebut akan turun menjadi kurang dari 25% pada 2025, dan terus menurun sehingga menjadi kurang dari 20% pada 2050.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kantongi SLO, PLTA Poso...
Kantongi SLO, PLTA Poso Dukung Transisi ke Energi Terbarukan
Co-firing Biomassa pada...
Co-firing Biomassa pada PLTU untuk Genjot Bauran Energi Baru Terbarukan
Astra dan PLN Jalin...
Astra dan PLN Jalin Kolaborasi, Percepat Transisi Energi Baru Terbarukan
Kesulitan Nyari Utang,...
Kesulitan Nyari Utang, PLN Mulai Lelah Bangun PLTU
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Perdana, PLN IP Uji...
Perdana, PLN IP Uji Coba Bahan Bakar Amonia Hijau di PLTU Labuan
Berita Terkini
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
20 menit yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
1 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
1 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
2 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
2 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved