Perkuat Pasokan Listrik Berbasis EBT, PLN Tambah PLTA

Sabtu, 13 Juli 2019 - 11:56 WIB
Perkuat Pasokan Listrik...
Perkuat Pasokan Listrik Berbasis EBT, PLN Tambah PLTA
A A A
CIANJUR - PT PLN (Persero) terus berupaya menggenjot pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Hal itu diwujudkan dengan telah beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Rajamandala berkapasitas 47 megawatt (MW). ”PLTA Rajamandala telah beroperasi sejak Mei 2019.

Ini merupakan komitmen PLN bersama anak usahanya Indonesia Power membangun pembangkit berbasis renewable energy dan kami yakin Indonesia Power akan menjadi leading dalam bidang renewable energy,” ujar Direktur Aneka EBT pada Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Harris di acara peresmian operasi PLTA Rajamandala di Cianjur, Jawa Barat, kemarin.

Menurut dia, beroperasinya PLTA Rajamandala merupakan komitmen Indonesia dalam mengimplementasikan Perjanjian Paris (Paris Agreement) dalam rangka menurunkan emisi gas rumah kaca di atmosfer, khususnya CO2. Pada perjanjian tersebut telah disepakati bahwa penerapannya harus terintegrasi ke dalam pembangunan nasional di masing-masing negara.

Untuk mencapai target dari Persetujuan Paris tersebut, setiap negara harus berkontribusi dalam penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) yang dituangkan dalam dokumen Kontribusi Secara Nasional (NDC).

Selain itu, Indonesia juga telah meratifikasi Perjanjian Paris melalui Undang-Undang No 16/2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim).

”Sektor energi berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pada 2030 sebesar 314 juta ton CO2 dengan upaya sendiri dan 398 juta ton CO2 dengan dukungan internasional. Dengan beroperasinya PLTA ini merupakan wujud nyata PLN bersama pemerintah turut menekan emisi gas CO2,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Indonesia Power M Ahsin Sidqi menambahkan, program pembangunan PLTA Rajamandala telah sesuai dengan Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2019-2028. Adapun proyek pembangunan PLTA tersebut menelan investasi sebesar USD150 juta.

Untuk pembangunan proyek, imbuhnya, dimulai tujuh tahun lalu sejak 2012 melalui kerja sama antara anak perusahaan PLN Indonesia Power (IP) dengan Kansai Electric Power Corp Japan (KEPCO) menjadi PT Rajamandala Electric Power.

”PLTA Rajamandala akan memperkuat sistem interkoneksi kelistrikan Jawa-Bali melalui transmisi 150 kilovolt (kV) Cianjur-Cigereleng sekaligus sebagai backup system kelistrikan, khususnya di wilayah Bandung,” tandas dia. Tak berhenti di situ, pembangunan proyek PLTA Rajamandala juga merupakan komitmen PLN dalam mengejar bauran energi EBT 25% sampai 2025.

Adapun proyek pembangunan PLTA Rajamandala menjadi PLTA menggunakan penstock dan spiral case terbesar berbahan beton pertama di Indonesia. ”Selain itu, PLTA Rajamandala juga merupakan pembangkit dengan waterway sistem labirin pertama dengan diameter terowongan terbesar di Indonesia,” terang dia.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Pengujian Rampung, PLTA...
Pengujian Rampung, PLTA Malea Siap Beroperasi Layani Pelanggan
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved