Akses Sumber Pembiayaan, Kementan Perluas Peran FPPS

Senin, 15 Juli 2019 - 21:32 WIB
Akses Sumber Pembiayaan,...
Akses Sumber Pembiayaan, Kementan Perluas Peran FPPS
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian terus menggerakkan Fasilitator Pembiayaan Petani Swadaya. FPPS ini bertujuan meningkatkan akses petani terhadap sumber pembiayaan pertanian seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan pada tahun ini, peran FPPS akan diperluas untuk mendampingi petani mengakses ke sumber-sumber pembiayaan pertanian, baik program KUR maupun fasilitasi pembiayaan lainnya.

"Dinas pertanian Propinsi dan Kabupaten diharapkan dapat membuka jalan bagi para FPPS melalui koordinasi dengan perbankan dan sumber pembiayaan lainnya untuk dapat ditindaklanjuti," ujar Sarwo Edhy, Senin (15/7/2019).

Sarwo Edhy menjelaskan, petugas FPPS tersebut direkrut dari eks Penyelia Mitra Tani dalam program Pengembangan Agribisnis Pedesaan (Eks PMT-PUAP) yang mendampingi gapoktan melaksanakan kegiatan PUAP.

"FPPS itu kami fungsikan untuk mendampingi petani dalam mengakses sumber-sumber pembiayaan pertanian. Pada 2017 dan 2018 lalu, pendampingan diutamakan pada akselerasi penyaluran KUR," kata Sarwo Edhy.

Pada 2018, realisasi KUR pada sektor produksi termasuk pertanian sebesar 23% dari total KUR Rp120 triliun (Tahun Anggaran 2018). Dengan pendampingan yang dilakukan FPPS, pada 2018, terealisasi KUR untuk pertanian sebesar Rp44,6 miliar, di 16 provinsi yang diakses oleh 1.095 pelaku usaha pertanian.

Pelaksanaan kegiatan FPPS, lanjut Sarwo Edhy, dilaksanakan melalui dana dukungan untuk operasional pusat, dana dekonsentrasi di 32 Provinsi dan dana tugas pembantuan di 339 Kabupaten dan Kota, dengan komponen kegiatan utama adalah temu pembiayaan.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Ditjen PSP, dari tahun 2017 hingga 2018, FPPS berperan dalam akselerasi penyaluran KUR. Hasilnya pada 2017 melalui dana operasional pusat, tercapai penyaluran KUR sektor pertanian senilai di atas Rp10,5 miliar di Provinsi Jawa Barat melalui Bank BJB.

Pada 2018, dari 32 propinsi, yang telah melaporkan capaian adalah 16 Provinsi, dengan capaian usulan pelaku usaha yang akses KUR sejumlah 1.095 debitur dan usulan kredit Rp44,6 miliar.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Plafon hanya Rp70 Triliun,...
Plafon hanya Rp70 Triliun, KUR Pertanian Sudah Terserap Rp44,5 Triliun
Kementan Sosialisasi...
Kementan Sosialisasi KUR, Aceh Dapat Alokasi Rp 3 Triliun
Mentan Serahkan KUR...
Mentan Serahkan KUR hingga Rp500 Juta Per Konstraling di Cilacap
Serapan KUR Pertanian...
Serapan KUR Pertanian 2020 Lampaui Target
Lampaui Target, Penyaluran...
Lampaui Target, Penyaluran KUR Pertanian hingga Oktober 2022 Capai Rp90,8 T
Hingga Agustus, Pemerintah...
Hingga Agustus, Pemerintah 'Pupuki' Pertanian dengan Kredit Rp25 Triliun
Berita Terkini
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
6 menit yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
1 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
1 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
10 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
11 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
11 jam yang lalu
Infografis
3 Sumber Karbohidrat...
3 Sumber Karbohidrat Pengganti Beras yang Saat ini Mahal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved