IHSG Dibuka Melaju di Zona Hijau, Bursa Asia Mixed
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:46 WIB
IHSG Dibuka Melaju di Zona Hijau, Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Selasa (16/7/2019) masih nyaman melaju di zona hijau saat bursa utama Asia lainnya bergerak mixed alias variatif. Pagi ini, IHSG menguat 6,960 poin atau 0,108% menjadi 6.425,19 untuk melanjutkan raihan positif awal pekan kemarin.
Diketahui pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Tanah Air berakhir menanjak ke level 6,418.23 dengan tambahan 44.89 poin atau setara 0.70%.
Peningkatan IHSG pagi ini didorong antara lain oleh kenaikan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Saham emiten tersebut adalah Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Astra International Tbk (ASII), H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Hingga pukul 09.26 WIB, harga saham UNVR naik 0,45% jadi Rp44.650 per unit. Adapun harga saham ASII naik 0,34% ke Rp7.450, HMSP naik 0,66% ke Rp3.060, dan BBRI naik 0,44% jadi Rp4.550 per saham.
Di sisi lain, pasar saham Asia diperdagangkan mixed pada Selasa pagi, sementara investor menunggu rilis risalah rapat dari Reserve Bank of Australia. Pada daratan China, Komposit Shanghai cenderung mendatar sedangkan Komposit Shenzhen mengalami penurunan 0,1%.
Selanjutnya Indeks Hang Seng, Hong Kong juga sedikit lebih rendah. Sedangkan indeks Nikkei Jepang yang baru kembali dari liburan awal pekan kemarin, pada sesi pembukaan terpantau tergelincir 0,72%. Indeks Topix juga turun 0,6% saat Kospi, Korea Selatan stabil.
Bursa patokan Australia yakni ASX 200 diperdagangkan sebagian besar merayap dengan saham Rio Tinto naik lebih dari 0,6%. Hal itu setelah perusahaan mengumumkan ada lonjakan dan penundaan pada tambang tembaga bawah tanah di Mongolia.
Hal itu bersama dengan penurunan pengiriman bijih besi kuartal kedua mencapai 3,5% akibat adanya gangguan yang disebabkan oleh siklon tropis awal tahun ini. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang mendapatkan tambahan 0,09%.
Diketahui pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Tanah Air berakhir menanjak ke level 6,418.23 dengan tambahan 44.89 poin atau setara 0.70%.
Peningkatan IHSG pagi ini didorong antara lain oleh kenaikan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Saham emiten tersebut adalah Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Astra International Tbk (ASII), H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Hingga pukul 09.26 WIB, harga saham UNVR naik 0,45% jadi Rp44.650 per unit. Adapun harga saham ASII naik 0,34% ke Rp7.450, HMSP naik 0,66% ke Rp3.060, dan BBRI naik 0,44% jadi Rp4.550 per saham.
Di sisi lain, pasar saham Asia diperdagangkan mixed pada Selasa pagi, sementara investor menunggu rilis risalah rapat dari Reserve Bank of Australia. Pada daratan China, Komposit Shanghai cenderung mendatar sedangkan Komposit Shenzhen mengalami penurunan 0,1%.
Selanjutnya Indeks Hang Seng, Hong Kong juga sedikit lebih rendah. Sedangkan indeks Nikkei Jepang yang baru kembali dari liburan awal pekan kemarin, pada sesi pembukaan terpantau tergelincir 0,72%. Indeks Topix juga turun 0,6% saat Kospi, Korea Selatan stabil.
Bursa patokan Australia yakni ASX 200 diperdagangkan sebagian besar merayap dengan saham Rio Tinto naik lebih dari 0,6%. Hal itu setelah perusahaan mengumumkan ada lonjakan dan penundaan pada tambang tembaga bawah tanah di Mongolia.
Hal itu bersama dengan penurunan pengiriman bijih besi kuartal kedua mencapai 3,5% akibat adanya gangguan yang disebabkan oleh siklon tropis awal tahun ini. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang mendapatkan tambahan 0,09%.
(akr)
Lihat Juga :