Kemiskinan Desa Menurun Cepat karena Inflasi Terjaga dan Daya Beli Meningkat

Selasa, 16 Juli 2019 - 12:36 WIB
Kemiskinan Desa Menurun...
Kemiskinan Desa Menurun Cepat karena Inflasi Terjaga dan Daya Beli Meningkat
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui berbagai unit kerjanya terus memfokuskan diri pada program strategis yang berkaitan langsung dengan penurunan angka kemiskinan. Salah satunya dengan mengimplementasikan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja).

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Ketut Kariyasa menjelaskan bahwa program tersebut merupakan program bantuan langsung berupa paket ternak ayam kampung atau kambing dan sayur mayur atau komoditas komersial lain yang bisa ditanam di lahan sempit pekarangan.

Paket bantuan ini diberikan kepada setiap Rumah Tangga Petani Miskin (RTM) untuk dikelola menjadi sumber pendapatan utama.

Selain Program Bekerja, Kementan juga terus mengenjot produksi pangan strategis untuk meningkatkan ketersediaan pangan dan produksi dalam negeri. Termasuk juga membenahi rantai pasok dan distribusinya agar harga pangan tetap stabil sampai di tingkat konsumen.

"Ini penting dilakukan karena menurut data BPS tahun 2018, komponen makanan masih menyumbang sebesar 73,48 persen kepada pembentukan garis kemiskinan. Sementara sisanya 26,52 persen disumbang oleh komponen nonmakanan," ujar Kariyasa.

Data yang sama juga menunjukkan bahwa komoditas beras masih berpengaruh pada garis kemiskinan di perkotaan sebesar 20,95 persen. Sedangkan pengaruh di garis kemiskinan di perdesaan mencapai 25,79 persen.

"Karena itu, kombinasi program peningkatan produksi pangan dalam negeri dan program Bekerja akan berdampak nyata pada pengurangan jumlah penduduk miskin, khususnya di perdesaan," katanya.

Terbaru, BPS juga merilis bahwa angka kemiskinan Indonesia pada Maret 2019 hanya 9,41 persen atau setara dengan 25,14 juta orang. Angka tersebut turun drastis dan signifikan hingga 9,41 persen dari angka awal periode September sebesar 9,66 persen.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, turunnya angka kemiskinan ini terjadi di wilayah Kota dan Desa. Angka di pedesaan jumlahnya jauh lebih cepat, yakni sekitar 0,25 persen. Sedangkan di kota turun 0,20 persen sejak periode September hingga Maret 2019. Meski begitu, harus diakui bahwa masih ada disparitas yang cukup tinggi antara kemiskinan di kota dan desa. Masing-masing angkanya sebesar 6,69 dan 12,85 persen

Berdasarkan data BPS, rata-rata upah riil buruh tani di desa naik 0,93 persen. Sedangkan Nilai Tukar Petani (NTP) selalu berada diatas 100. Hal ini berarti daya beli petani semakin baik dan kesejahteraan mereka semakin meningkat.

Kemampuan pemerintah menjaga laju inflasi dan harga bahan pokok juga menjadi salah satu faktor angka kemiskinan menurun. Secara nasional harga eceran beberapa komoditas pokok antara lain ayam ras, minyak goreng, gula pasir, cabai rawit, dan cabai merah mengalami penurunan. Inflasi periode September 2018 sampai Maret 2019 tercatat hanya sebesar 1,53 persen.

"Ketersediaan stok dan pengawalan rantai distribusi bahan pangan menjadi kunci pemerintah mampu menjaga inflasi. Kebijakan Kementan telah tepat sasaran, dan kami bersyukur masyarakat miskin pedesaan menurun cepat", tutup Kariyasa.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
beberapa waktu yang lalu
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
1 jam yang lalu
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
1 jam yang lalu
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
2 jam yang lalu
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
2 jam yang lalu
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
3 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved