Blok Masela Jalan, hingga 2055 RI Terima Bagi Hasil Rp546 Triliun

Selasa, 16 Juli 2019 - 17:01 WIB
Blok Masela Jalan, hingga...
Blok Masela Jalan, hingga 2055 RI Terima Bagi Hasil Rp546 Triliun
A A A
JAKARTA - Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyatakan revisi persetujuan pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela telah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden pun menyampaikan pesan kepada Inpex selaku kontraktor terkait disetujuinya pengembangan Lapangan Abadi di Blok Masela setelah menggantung selama 18 tahun.

Dalam pesannya, Jokowi meminta supaya Inpex menjalankan komitmennya sesuai POD dengan target operasi pada 2027. Selain itu, Inpex juga diminta memaksimalkan penggunaan produk lokal dan sebanyak-banyaknya menyerap pekerja lokal.

"Jadi pemanfaatan tenaga kerja di daerah bisa dioptimalkan. Dan itu sebagai konsen pemerintah dalam upaya meningkatkan kapabilitas baik secara nasional maupun tenaga kerja lokal," kata Dwi di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Dwi menyampaikan bahwa investasi untuk pengembangan Blok Masela hingga 2055 bakal mencapai USD42 miliar atau sekitar Rp588 triliun. Sedangkan sesuai rencana 2027, investasi yang digelontorkan Inpex mencapai USD20 miliar atau sekitar Rp280 triliun. "Itu untuk investasi setiap tahun, ada pengeboran, ada operasional, dan sebagainya," kata Dwi.

Sementara, hingga 2055 Indonesia akan memperoleh penerimaan dari bagi hasil migas sebesar USD39 miliar atau sekitar Rp546 triliun. Bagi hasil yang diterima negara lebih besar dari kontraktor yaitu Inpex dan Shell yang menerima sebesar USD33,3 miliar atau Rp466 triliun.

"Indonesia dalam kontraknya akan menerima sekitar USD39 miliar dan Inpex sekitar USD37 miliar, tapi itu sudah termasuk yang 10% punya pemerintah daerah. Jadi sesungguhnya kontraktor yang Inpex dan Shell menerima sekitar USD33,3 miliar. Saya kira pemerintah mendapatkan porsi yang cukup signifikan," ungkapnya.

Blok Masela diproyeksikan akan memberi tambahan kontribusi produksi gas bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun yakni, sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun dan 150 MMSCFD gas pipa.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Proyek Abadi Masela,...
Proyek Abadi Masela, SKK Migas dan Inpex Inspeksi 17 Stasiun Metocean di Tengah Laut
Proyek Abadi Blok Masela...
Proyek Abadi Blok Masela Baru Digarap 2,2%, Ini Updatenya
Daftar Perusahaan Konsumen...
Daftar Perusahaan Konsumen Gas Mitra Inpex dalam Proyek Blok Masela
Berita Terkini
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
13 menit yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
34 menit yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
1 jam yang lalu
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
2 jam yang lalu
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved