Daftar Perusahaan Konsumen Gas Mitra Inpex dalam Proyek Blok Masela
Senin, 24 Agustus 2020 - 23:56 WIB
loading...
SKK Migas mencatat Inpex Corporate akan melakukan Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah konsumen gas asal luar negeri dalam proyek Blok Masela. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas ) mencatat Inpex Corporate akan melakukan Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah konsumen gas asal luar negeri. Di mana, konsumen itu berasal dari Asia Timur dalam proyek Blok Masela .
SKK Migas Dwi Soetjipto merinci, sejumlah perusahaan konsumen itu seperti National Offshore Oil Corporation (CNOOC), CPC Corporation asal Taiwan, Sinopec, dan Kyushu Electric Power, perusahaan listrik di Jepang. Bahkan, Dwi menargetkan produksi gas di atas 80 persen dari total kapasitas produksi gas bila pembelinya sudah final.
(Baca Juga: Sinyal Pertamina Gantikan Shell dalam Proyek Blok Masela Belum Terlihat )
"Diharapkan dengan MoU ini nantinya bisa di atas 60 persen dari kapasitas produksi gas sudah ada pembelinya. Targetnya adalah minimum 80 persen dari total kapasitas produksi gas sudah ada pembelinya untuk bisa go to Final Investment Decision (FID)," ujar Dwi dalam RDP bersama Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (24/08/2020).
Dalam kesempatan tersebut, Dwi juga menjelaskan bahwa, harga minyak mentah dunia dan permintaan gas global berdampak pada penurunan harga gas alam cair (LNG) di pasar global. Dia bilang, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya untuk menggenjot proyek Blok Masela.
SKK Migas Dwi Soetjipto merinci, sejumlah perusahaan konsumen itu seperti National Offshore Oil Corporation (CNOOC), CPC Corporation asal Taiwan, Sinopec, dan Kyushu Electric Power, perusahaan listrik di Jepang. Bahkan, Dwi menargetkan produksi gas di atas 80 persen dari total kapasitas produksi gas bila pembelinya sudah final.
(Baca Juga: Sinyal Pertamina Gantikan Shell dalam Proyek Blok Masela Belum Terlihat )
"Diharapkan dengan MoU ini nantinya bisa di atas 60 persen dari kapasitas produksi gas sudah ada pembelinya. Targetnya adalah minimum 80 persen dari total kapasitas produksi gas sudah ada pembelinya untuk bisa go to Final Investment Decision (FID)," ujar Dwi dalam RDP bersama Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (24/08/2020).
Dalam kesempatan tersebut, Dwi juga menjelaskan bahwa, harga minyak mentah dunia dan permintaan gas global berdampak pada penurunan harga gas alam cair (LNG) di pasar global. Dia bilang, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya untuk menggenjot proyek Blok Masela.
Lihat Juga :