Atasi Kekeringan, Petani Indramayu Kreatif Buat Sodetan Sungai

Rabu, 17 Juli 2019 - 23:41 WIB
Atasi Kekeringan, Petani...
Atasi Kekeringan, Petani Indramayu Kreatif Buat Sodetan Sungai
A A A
JAKARTA - Menghadapi musim kemarau tahun ini, petani dituntut mandiri untuk mengatasi kekeringan di wilayahnya. Contohnya petani di Desa Sindangkerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membuat sodetan sungai agar air mengalir ke sawah-sawah.

"Kelompok Tani (Poktan) Sri Lestari II di Desa Sindangkerta yang berinisiatif membuat sodetan tersebut," tutur Kepala Seksi (Kasie) Mitigasi Iklim, Subdirektorat Iklim, Konservasi Air dan Lingkungan Hidup, Direktorat Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Dyah Susilokarti, Rabu (17/7/2019).

Petani memanfaatkan air dari saluran pembuangan di Kali Pararel Kumpul Kuista. Mereka membuat saluran sodetan sepanjang 36 meter dengan terpal dan air didistribusikan dengan saluran air sepanjang 750 m ukuran lebar 120 cm dan kedalaman 50 cm. Ujung saluran pun berada pada posisi 750 meter dari ujung sodetan.

"Walaupun sumber air lebih rendah dari lahan tetapi debit besar (6 liter/detik) sehingga mampu mencapai lokasi sejauh lebih kurang lebih 1 kilometer," tutur Dyah.

Kreativitas dari poktan ini terpantau ketika kegiatan monitoring kekeringan yang dilakukan Tim Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian melakukan monitoring kekeringan di wilayah Pantura.

Menurut Ketua Poktan Sri Lestari, Tasmad, saluran air tersebut dibuat dengan dana swadaya masyarakat sebesar Rp15 juta dan dalam waktu kurang dari 1 bulan sudah menampakkan hasil yang menggembirakan.

Mulai dari lahan seluas 200 hektar sudah dapat diairi dan melakukan tanam padi. Meskipun, air yang dialirkan tidak dibuat maksimal. "Karena debit yang besar dan jaringan irigasinya masih sederhana (belum di lining) sehingga dapat menyebabkan lahan sawah yang dilalui kebanjiran," tutur Dyah.

Air sodetan diharapkan mampu mengairi 160 ha di desa Kapringan dan 100 ha di Desa Singakerta. Sehingga total luasan yang dapat diairi 460 ha dengan adanya sodetan sungai.

Tak hanya itu, sewa lahan pertanian di Desa Sindangkerta menjadi meningkat karena lahan menjadi optimal untuk ditanami. Sebelum saluran ini dibuat, sewa lahan hanya Rp300 ribu per bahu, sekarang menjadi Rp7 juta per bahu. Tentunya ini menguntungkan petani," tuturnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lahan Pertanian Alami...
Lahan Pertanian Alami Kekeringan, Petani di Aceh Terancam Gagal Panen
Irigasi Tidak Alirkan...
Irigasi Tidak Alirkan Air, 200 Hektare Sawah di Suranenggala Cirebon Belum Digarap
Dilanda Kekeringan,...
Dilanda Kekeringan, Petani Bogor Diminta Segera Urus Klaim Asuransi
Lahan Kekeringan, Petani...
Lahan Kekeringan, Petani Padang Diminta Asuransikan Lahan
Terdampak Kekeringan,...
Terdampak Kekeringan, Petani Rorotan Cilincing Gagal Panen
Debit Air Bendung Cipero...
Debit Air Bendung Cipero Turun Drastis, Ribuan Hektare Padi di Tegal Gagal Panen
Berita Terkini
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
2 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
5 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
5 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
6 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
8 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
9 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved