Hadapi Industri 4.0, Kementan Tingkatkan Prasarana dan Sarana Pertanian

Senin, 22 Juli 2019 - 19:32 WIB
Hadapi Industri 4.0,...
Hadapi Industri 4.0, Kementan Tingkatkan Prasarana dan Sarana Pertanian
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian terus menyiapkan sarana dan prasarana pertanian menghadapi era revolusi industri 4.0. Salah satunya untuk menghadapi bonus demografi yang diperkirakan mencapai 64%.

"Bonus demografi ini akan menghadirkan besarnya komposisi usia produktif ketimbang usia non produktif. Karena itu, kami terus membuat kebijakan dan program terobosan seperti mentransformasi pertanian tradisional menjadi modern serta meningkatkan kualitas SDM," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, Senin (22/7/2019).

Sarwo Edhy mengatakan, melalui modernisasi, sektor pertanian menjadi menarik karena serba teknologi dan digital. Terobosan ini juga diharapkan membuka mata anak muda untuk terjun langsung ke sektor pertanian.

"Apalagi sejak tahun 2014, Kementan telah mendistribusikan bantuan alat mesin pertanian dalam jumlah besar, yakni lebih dari 400 ribu unit," kata Sarwo Edhy.

Dia menambahkan, seluruh bantuan terbukti telah memberi manfaat besar, terlebih untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Namun disisi lain, bantuan dan bonus itu dapat memberi ancaman jika tidak dikelola dengan baik.

"Terutama dari aspek penyediaan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan SDM. Karena itu Kementan juga memperhatikan dari sisi pengembangan SDM," ungkapnya.

Melalui modernisasi, lanjut Sarwo Edhy, generasi muda akan merasa bangga karena sektor pertanian mampu memberikan pendapatan yang tidak kalah besar dengan upah seorang pegawai lain. Pertanian juga tidak melulu bergelut dengan lumpur dan terpaan sinar matahari.

"Cara bekerja pertanian tidak lagi mengandalkan otot yang sangat meletihkan. Tapi di era ini, pertanian sudah menggunakan alsintan. Bahkan petani sudah ada yang bisa menggarap dari pinggir sawah," katanya.

Di samping itu, pemanfaatan alsintan berdampak besar pada nilai ekonomi petani hingga 80%. Kemudian menghemat biaya produksi hingga 31% dan meningkatkan produktivitas hingga 33%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bersinergi dengan Daerah,...
Bersinergi dengan Daerah, Kementan Kembangkan Kawasan Pertanian 4.0
Menteri Era Gus Dur...
Menteri Era Gus Dur Ini Paparkan Strategi Pertanian di Era 4.0
Ketua DPD RI: SDM Sektor...
Ketua DPD RI: SDM Sektor Pertanian Jadi PR Besar Pemerintah
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
39 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved