Perbankan Berisiko Alami Gangguan Sistem IT Seperti Mandiri

Senin, 22 Juli 2019 - 16:14 WIB
Perbankan Berisiko Alami...
Perbankan Berisiko Alami Gangguan Sistem IT Seperti Mandiri
A A A
JAKARTA - Permasalahan sistem error Bank Mandiri pada Sabtu (20/7) lalu yang menyebabkan perubahan nominal saldo pada rekening nasabah menuai banyak kritik. Pengamat Perbankan Paul Sutaryono mengatakan, semua perbankan menghadapi potensi risiko teknologi seperti yang dialami Bank Mandiri.

"Sudah semestinya jika bank sedang mengubah Sistem infrastruktur teknologi informasi (Information Technology/IT) atau optimalisasi sistem, wajib sebelumnya memberitahu nasabah," ujar Paul saat dihubungi di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Dengan demikian, nasabah bisa mengantisipasi dengan mempercepat atau menunda transaksi perbankan pada saat Hari H tersebut. "Dan hal itu dapat mencegah potemsi risiko serendah mungkin," imbuh Paul.

Sementara Direktur Riset CORE Indonesia Pitter Abdullah menilai kasus yang terjadi di Bank Mandiri atau Bank BRI sebelumnya bahwa risiko IT akan selalu ada bagaimanapun kuatnya sistem IT yang sudah dikembangkan oleh suatu bank. "Risiko itu bisa bersumber dari manusianya (bisa karena tdk sengaja maupun sengaja) atau karena kegagalan IT itu sendiri (teknis)," jelasnya.

Akan tetapi, terang Pitter bukan berarti keamanan IT itu lemah. Menurut dia, kekuatan IT tidak diukur semata oleh tidak adanya error. Demikian juga sebaliknya, adanya kejadian atau error di bidang IT tidak otomatis menunjukkan kelemahan IT. "Sekali lagi risiko error tetap ada walaupun sistem IT sudah demikian canggih dan kuat," ungkapnya.

Paling terpenting ungkapnya adalah bagaimana sistem yang ada di bank memitigasi risiko tersebut dan dapat melakukan perbaikan atau koreksi secara cepat ketika terjadi error. "Sistem back up ini saya kira adalah bagian yang tidak bisa kita pisahkan dalam menilai keamanan sistem IT perbankan," imbuh Piter.

Terpisah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memonitor upaya mitigasi yang dilakukan oleh Bank Mandiri dalam mengatasi permasalahan teknologi informasi bank tersebut. Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis Antok Prabowo mengungkapkan, perbankan harus memiliki dan menerapkan standard operasional yang baik, jika gangguan sistem terjadi, dengan memprioritaskan aspek perlindungan konsumen terkait dengan hak nasabah termasuk pemulihan layanannya.

OJK meminta Bank Mandiri untuk segera melaporkan permasalahan yang terjadi dan langkah-langkah yang akan mereka lakukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari. "Saat ini yang terpenting adalah pelayanan sudah kembali normal dan mereka juga telah menjamin keamanan dana nasabah, sehingga tidak ada nasabah yang terkurangi hak-nya," ujar Anto di Jakarta.

Permasalahan yang telah terjadi ini penting untuk menjadi perhatian industri perbankan. OJK juga meminta semua bank untuk terus melakukan review fungsi IT yang dimiliki secara berkala dalam rangka menegakkan tata kelola manajemen resiko operasional yang prudent dan berjalan dengan baik. Menurut dia, hal ini merupakan bentuk upaya peningkatan pelayanan perbankan ke depannya dan mencegah agar permasalahan ini tidak terulang lagi ke depannya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Kolaborasi Memadukan...
Kolaborasi Memadukan Layanan Imigrasi dengan Perbankan
Budayakan Transaksi...
Budayakan Transaksi Online, Bank Mandiri Perkuat Layanan Perbankan Digital
Bank Mandiri Permudah...
Bank Mandiri Permudah Layanan Perbankan Terintegrasi untuk Karyawan KAI
Bank Mandiri Sebarkan...
Bank Mandiri Sebarkan Budaya Transaksi Digital
BRI Micro & SME Index...
BRI Micro & SME Index Jadi Acuan Pengembangan UMKM di Indonesia
Berita Terkini
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
18 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
45 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
1 jam yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Infografis
Sistem Perang Elektronik...
Sistem Perang Elektronik Rusia Bikin Senjata NATO Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved