Kawasan Ekonomi Khusus Bagi Industri Penerbangan Sedang Dikaji Pemerintah

Senin, 22 Juli 2019 - 19:12 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus...
Kawasan Ekonomi Khusus Bagi Industri Penerbangan Sedang Dikaji Pemerintah
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenkeo) Bidang Perekonomian mengatakan pemerintah tengah mengkaji pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang diperuntukkan bagi industri pesawat terbang. Pembuatan KEK ini dilakukan sebagai upaya mengurangi biaya pemeliharaan maskapai penerbangan Indonesia yang kebanyakan masih di luar negeri.

"Ini memungkinkan dibuat apalagi ada rencana Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group menyatukan fasilitas pemeliharaan pesawat mereka. Tadi Pak Rusdi (Bos Lion Air Group) menyampaikan sedang dijajaki kerja sama antar dua grup besar, Garuda dengan Lion Air mau disatukan fasilitas maintenance-nya," ujar Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Selain itu, lanjut dia pemerintah juga menyediakan insentif fiskal untuk memudahkan perusahaan maskapai penerbangan, dimana salah satunya lewat pembebasan pajak impor suku cadang pesawat. Selain ini diketahui masih terdapat beban pajak untuk impor suku cadang.

"Dalam efisiensi itu enggak hanya insentif fiskal, langsung atau enggak langsung. Tapi disiapkan desain insentif kawasan khusus yang akan kurangi biaya dan dorong efisiensi di industri penerbangan," jelasnya.

Dia menambahkan, pemerintah sedang merevisi dua peraturan pemerintah (PP) terkait dengan KEK, dan PP insentif fiskal dan non fiskal di KEK. Revisi ini dipastikan bakal bisa menggairahkan industri maskapai penerbangan.

"Barang kali jasa maintenance pesawat sehingga jasa maintenance pesawat itu bisa kita bebaskan PPN-nya, sparepart atau komponen yang digunakan untuk maintenance semuanya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Maskapai Penerbangan...
10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu di Tahun 2024, Ada Wakil Indonesia?
Mengenal Maskapai Baru...
Mengenal Maskapai Baru BBN Airlines, Siapa Pemiliknya hingga Rute Penerbangan
Kapan Bisnis Penerbangan...
Kapan Bisnis Penerbangan Pulih? Ini Proyeksi Moody's
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Label Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia
Dua KEK Baru dengan...
Dua KEK Baru dengan Investasi Rp32,2 Triliun Disetujui
Ini Alasan Mengapa Jendela...
Ini Alasan Mengapa Jendela Pesawat Memiliki Bentuk Oval
Berita Terkini
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
16 menit yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
30 menit yang lalu
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
52 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056
1 jam yang lalu
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
1 jam yang lalu
Heboh Pengadaan Kipas...
Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry: Saya Tidak Tahu
1 jam yang lalu
Infografis
Pasukan Khusus AS, Diserang...
Pasukan Khusus AS, Diserang Ninja saat Sedang Latihan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved