Kementan dan Bulog Sepakat Tingkatkan Serapan Gabah/Beras Petani

Rabu, 24 Juli 2019 - 13:02 WIB
Kementan dan Bulog Sepakat...
Kementan dan Bulog Sepakat Tingkatkan Serapan Gabah/Beras Petani
A A A
JAKARTA - Rakor Serap gabah/beras (sergap) di kantor pusat perum Bulog Selasa (23/7/2019) yang dipimpin Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi dan Direktur Pengadaan Bulog, dan Direktur Komersil Bulog menghasilkan kesepakatan bahwa peningkatan serap gabah/beras harus ditingkatkan.

Dalam rakor ini Agung menekankan pentingnya mempercepat sergap hingga bulan Agustus mendatang.

“Bulog harus memanfaatkan momentum panen Juli sampai Agustus ini, mengingat tren panen mengalami penurunan hingga September nanti. Jika tidak, kita akan kehilangan kesempatan,” Jelas Agung.

Dijelaskan Agung, realisasi sergap hingga saat ini baru mencapai 46% dari total target hingga Desember sebesar 1,8 juta ton. Target sergap sampai dengan Agustus 1,250 juta ton, realisasi pengadaan Bulog 800 ribu ton.

"Untuk memenuhi target tersebut, Bulog harus menyerap gabah/beras sebesar 400 ribu ton hingga akhir Agustus ini," tegas Agung.

Terlebih lagi di bulan-bulan ini terjadi kekeringan di beberapa wilayah. Berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sudah tidak mengalami hujan lebih dari 30 hari. Wilayah yang terdampak kekeringan mencapai kurang lebih 100 kabupaten/kota.

Hal ini tentu berdampak pada kenaikan harga beras di pasaran. Karena itu, Agung berharap Bulog sudah mengantisipasi situasi ini dengan menerapkan mekanisme komersil untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar, berkomitmen untuk mengejar realisasi pengadaan dengan memanfaatkan momen panen gadu di bulan Juli - Agustus. Beberapa strategi yang dilakukan untuk mencapai target antara lain: Bulog akan fokus pada pengadaan gabah khususnya hasil on farm dan pengadaan buy to sell untuk pengadaan komersial, move dan sewa gudang filial untuk penyediaan space gudang.

"Bulog juga akan berupaya meningkatkan penyaluran stok beras yang tersedia melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), KPSH dan penjualan komersial," ujar Bachtiar.

Rakor ini dihadiri 10 Kadivre Bulog, yaitu Sumut, Lampung, Sumsel, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalsel, NTB, dan Sulsel.

Daerah ini merupakan wilayah sentra produksi padi yang berkontribusi sampai 85 persen dari total pengadaan gabah/beras nasional.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
5 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
5 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
5 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
6 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
6 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved