Wapres JK Minta BI Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan
Kamis, 25 Juli 2019 - 14:21 WIB
Wapres JK Minta BI Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masih menginginkan Bank Indonesia (BI) untuk bisa kembali menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) di bulan ini. Menurutnya hal ini menjadi petanda kondisi perekonomian domestik yang cukup baik dan inflasi terjaga.
Seperti diketahui pada tanggal 17 dan 18 Juli 2019 lalu, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuannya alias BI 7-Day Repo Rate sebesar 25 basis poin atau sekitra 0,25%. Hal itu membuat suku bunga acuan BI saat ini berada di level 5,75%.
"Tentu dalam kondisi hari ini cukup baik, tapi harapannya dalam kondisi lebih tenang dan ekonomi lebih baik itu bisa turun lagi. Duli kita pernah 4,5%" ujar Wapres JK di Jakarta, Kamis (25/7/2019).
Lebih lanjut JK mengingatkan, jika BI pernah melonggarkan kebijakan moneternya dengan mematok suku bunga acuan menyentuh 4,5% tepatnya pada Mei 2018. "BI untuk menjaga moneter, dan pemerintah juga harus penting menjaga ekonomi agar harmonisasi terjaga," katanya.
Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan sinyal bahwa bank sentral masih memiliki ruang untuk menurunkan kembali suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate. Menurut Perry, laju inflasi yang terkendali dan stabilitas ekonomi yang terjaga memberikan ruang kebijakan moneter.
"Kami memandang bahwa ruang kebijakan moneter yang akomodatif dan penurunan suku bunga akan terus terbuka," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo
Seperti diketahui pada tanggal 17 dan 18 Juli 2019 lalu, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuannya alias BI 7-Day Repo Rate sebesar 25 basis poin atau sekitra 0,25%. Hal itu membuat suku bunga acuan BI saat ini berada di level 5,75%.
"Tentu dalam kondisi hari ini cukup baik, tapi harapannya dalam kondisi lebih tenang dan ekonomi lebih baik itu bisa turun lagi. Duli kita pernah 4,5%" ujar Wapres JK di Jakarta, Kamis (25/7/2019).
Lebih lanjut JK mengingatkan, jika BI pernah melonggarkan kebijakan moneternya dengan mematok suku bunga acuan menyentuh 4,5% tepatnya pada Mei 2018. "BI untuk menjaga moneter, dan pemerintah juga harus penting menjaga ekonomi agar harmonisasi terjaga," katanya.
Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan sinyal bahwa bank sentral masih memiliki ruang untuk menurunkan kembali suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate. Menurut Perry, laju inflasi yang terkendali dan stabilitas ekonomi yang terjaga memberikan ruang kebijakan moneter.
"Kami memandang bahwa ruang kebijakan moneter yang akomodatif dan penurunan suku bunga akan terus terbuka," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo
(akr)
Lihat Juga :