Bappenas Luncurkan Platform Multistakeholder Perikanan Berkelanjutan

Kamis, 25 Juli 2019 - 16:27 WIB
Bappenas Luncurkan Platform...
Bappenas Luncurkan Platform Multistakeholder Perikanan Berkelanjutan
A A A
JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas melalui proyek Global Sustainable Supply Chains for Marine Commodities (GMC) memprakarsai pembentukan Platform Multistakeholder Perikanan Berkelanjutan.

Pembentukan Platform Multistakeholder Perikanan Berkelanjutan ini selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya, Tujuan 14 mengenai ekosistem lautan, yang telah diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) No 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

"Salah satu fokus dari Platform Multistakeholder Perikanan Berkelanjutan ini adalah untuk mewujudkan pengelolaan berbasis wilayah pengelolaan perikanan (WPP) untuk mengoptimalkan pengelolaan wilayah dan pemanfaatan sumberdaya ikan secara berkelanjutan," ungkap Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Arifin Rudiyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/7/2019).

Pengelolaan wilayah ini, jelas dia, termasuk didalamnya integrasi tata ruang darat dan laut, termasuk mengoptimalkan kawasan konservasi perairan untuk mendukung pengelolaan sumberdaya ikan, penataan investasi dan perizinan, penyediaan data yang reliable, serta membangun sinergitas industri sesuai dengan karakteristik dan kekuatan dari setiap WPP.

Meningkatnya permintaan pasar global atas produk perikanan yang berasal dari praktik berkelanjutan telah mendorong perbaikan di sepanjang rantai pasokan perikanan Indonesia. Perbaikan-perbaikan itu diharapkan menjaga daya saing serta keberlanjutan komoditas perikanan nasional.

Proyek GMC (2018-2021) yang dikoordinir oleh Kementerian PPN/Bappenas dengan dukungan teknis dari United Nations Development Programme (UNDP) dan pembiayaan oleh Global Environment Facility (GEF), berkontribusi untuk membantu transformasi pasar makanan laut dari sisi kebijakan dan perencanaan dengan mengarusutamakan keberlanjutan dalam rantai pasokan komoditas perikanan dari Indonesia.

Saat ini, proyek GMC tengah mendukung secara langsung perbaikan perikanan atau Fishery Improvement Projects (FIPs) pada perikanan Tuna Pole and Line, serta perikanan Rajungan, untuk memenuhi standar keberlanjutan yang diakui di pasar global dalam 1-2 tahun kedepan.

"Diharapkan melalui perwakilan dua sektor perikanan menjadi komoditas ekspor utama ini, dapat disusun praktik terbaik, yang menghasilan pembelajaran dan model untuk mengembangkan arah kebijakan dalam meningkatkan keberlanjutan perikanan di Indonesia," ujar Arifin.

Dengan kompleksitas tantangan yang dihadapi dan karakteristik perikanan tangkap di Indonesia, sambung dia, dibutuhkan sebuah wadah untuk semua pihak menyepakati visi bersama, merumuskan upaya strategis, dan bersama-sama mengawal implementasinya secara transparan.

Selain itu, perlu kolaborasi semua pihak di sepanjang rantai pasok perikanan, termasuk pemerintah pusat dan daerah, akademisi, lembaga mitra, generasi muda, partisipasi perempuan, dan nelayan untuk bisa mewujudkan perikanan Indonesia yang adil, mandiri, memiliki daya saing dan berkelanjutan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Perketat Pengawasan Pendaratan Ikan di Pelabuhan Perikanan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Resmi Punya Logo Baru
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Tunda Penangkapan Ikan Terukur
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Berita Terkini
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
33 menit yang lalu
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
3 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
3 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
4 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
5 jam yang lalu
Infografis
Pakistan Balas Serangan...
Pakistan Balas Serangan India, Luncurkan Operasi Bunyan Marsoos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved