Target Ekonomi RI Lima Besar Dunia, Kontribusi Industri Manufaktur Dipatok 26%

Sabtu, 27 Juli 2019 - 04:14 WIB
Target Ekonomi RI Lima...
Target Ekonomi RI Lima Besar Dunia, Kontribusi Industri Manufaktur Dipatok 26%
A A A
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menekankan pentingnya kontribusi industri manufaktur untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar kelima di dunia pada 2045.

Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia per tahun harus mencapai 5,7% dan pertumbuhan industri manufaktur sebesar 6,3% dengan kontribusi industri manufaktur terhadap PDB sebesar 26%.

"Kalau kita mau jadi negara maju, Indonesia harus jadi negara industri. Harapannya, pada 2045 kita ekonomi terbesar ke-5 dunia. PDB per kapita kita akan menembus angka USD23.199," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (26/7).

Adapun kebijakan pemerintah untuk memajukan sektor industri, antara lain melalui perbaikan alur aliran material, mendesain ulang zona industri, mengakomodir standar sustainability, membudayakan UMKM, membangun infrastruktur digital nasional. Selanjutnya menarik investasi asing, meningkatkan kualitas SDM, membentuk ekosistem inovasi, menerapkan insentif investasi teknologi, mengoptimisasi aturan dan kebijakan.

Bambang menjelaskan, strategi untuk mencapai target kontribusi industri manufaktur sebesar 26% adalah dengan modernisasi industri yang fokus pada industri pengolahan SDA berbasis kawasan. Kemudian penerapan smart and sustainable manufacturing untuk meningkatkan efisiensi industri nasional, pemanfaatan Revolusi Industri 4.0 yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing industri, serta mendorong industri menjadi bagian dari Global Value Chain (GVC).

"Manfaat yang diharapkan dari penerapan Industri 4.0 adalah perekonomian yang kokoh. Pertumbuhan PDB kita akan naik sekitar 1-2% per tahun dari baseline 2018 hingga 2030. Lebih dari 10 juta tambahan lapangan pekerjaan tercipta pada 2030 dari kondisi saat ini," jelasnya.

Selain itu, sektor manufaktur akan menjadi kontributor terbesar. Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB mencapai lebih dari 25% pada 2030. Transformasi Indonesia 4.0 juga akan mendorong transformasi bisnis manufaktur yang bersifat kolaboratif. Dengan transformasi tersebut, Indonesia dapat menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam industri makanan minuman di ASEAN, produsen functional clothing, eksportir ICE dan EV bidang otomotif, serta pemain industri biokimia.

"Khusus industri biokimia, Indonesia memiliki peluang yang baik karena sumber daya pertanian yang melimpah dan pasar domestik terbesar secara regional," kata Bambang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pulihkan Ekonomi, Pemerintah...
Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Genjot Kapasitas Industri Manufaktur
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Tekankan Pentingnya Program Pemberdayaan Berbasis Data
Kinerja Manufaktur RI...
Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN, Menperin Racik Strategi
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur RI Lebih Unggul Dibandingkan Malaysia dan Korsel
Sri Mulyani: Kinerja...
Sri Mulyani: Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN
Menteri PPN/Bappenas...
Menteri PPN/Bappenas Ungkap Pentingnya Reindustrialisasi
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
8 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
8 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
8 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
9 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
9 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
9 jam yang lalu
Infografis
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved