Menkeu Keluhkan Minimnya Kontribusi Swasta dalam Pendanaan Riset
Rabu, 31 Juli 2019 - 11:59 WIB
Menkeu Keluhkan Minimnya Kontribusi Swasta dalam Pendanaan Riset
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengeluhkan swasta yang belum banyak memberikan kontribusi dana riset untuk pendidikan. Selama ini, dana riset masih mengandalkan anggaran dari pemerintah.
Sebagai rincian dana riset yang diberikan pemerintah sebanyak 66% sedangkan swasta hanya 10%.
"Ini saja menunjukkan adanya perbedaan, dominasi pemerintah atau kurangnya partisipasi swasta pasti ada penyebabnya. Paling mudah, tidak ada insentif," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (31/7/2019).
Menkeu menekankan pentingnya riset dalam rangka menciptakan inovasi-inovasi baru untuk perekonomian Indonesia yang lebih baik. Maka itu, pendanaan riset pun harus didorong dan ditingkatkan.
"Biaya riset untuk pendidikan itu berarti kita berbicara tentang mencari model pengelolaan dana dan pengorganisasian riset untuk Indonesia. Tapi, argumen utamanya adalah bahwa riset itu penting bagi Indonesia," tegasnya.
Menkeu mengaku sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk menata pelatihan vokasi dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia
"Kemarin saya bicara dengan Kemdikbud untuk menata alokasi pendidikan di Indonesia dan itu terlihat sekali evolusi dari komitmen Indonesia, karena bagaimanapun pelatihan vokasi itu sangat penting," jelasnya.
Sebagai rincian dana riset yang diberikan pemerintah sebanyak 66% sedangkan swasta hanya 10%.
"Ini saja menunjukkan adanya perbedaan, dominasi pemerintah atau kurangnya partisipasi swasta pasti ada penyebabnya. Paling mudah, tidak ada insentif," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (31/7/2019).
Menkeu menekankan pentingnya riset dalam rangka menciptakan inovasi-inovasi baru untuk perekonomian Indonesia yang lebih baik. Maka itu, pendanaan riset pun harus didorong dan ditingkatkan.
"Biaya riset untuk pendidikan itu berarti kita berbicara tentang mencari model pengelolaan dana dan pengorganisasian riset untuk Indonesia. Tapi, argumen utamanya adalah bahwa riset itu penting bagi Indonesia," tegasnya.
Menkeu mengaku sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk menata pelatihan vokasi dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia
"Kemarin saya bicara dengan Kemdikbud untuk menata alokasi pendidikan di Indonesia dan itu terlihat sekali evolusi dari komitmen Indonesia, karena bagaimanapun pelatihan vokasi itu sangat penting," jelasnya.
(ind)
Lihat Juga :