IHSG Akhir Sesi Terkapar Parah, Bursa Saham Hong Kong Ambruk 2,85%
Senin, 05 Agustus 2019 - 16:58 WIB
IHSG Akhir Sesi Terkapar Parah, Bursa Saham Hong Kong Ambruk 2,85%
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Senin (5/8/2019) ditutup terkapar semakin parah ke zona merah untuk melengkapi raihan negatif sepanjang hari ini. Pada akhir sesi, IHSG melemah 164.48 poin atau 2.59% untuk berada di level 6,175.70.
Sebelumnya pada sesi pembuka bursa sahan Tanah Air turun 84,177 poin atau 1,334) menjadi 6.255,138 untuk kemudian dilanjutkan pada sesi siang dengan kehilangan 110,862 poin (1,749%) menjadi 6.229,318. Hal ini setelah Jumat, kemarin ditutup meroket ke posisi 6.340,180.
Sektor saham dalam negeri tanpa terkecuali bergerak melemah di perdagangan sore dipimpin kejatuhan terdalam sektor infrastruktur sebesar 3,71%. Selain itu diikuti keuangan serta industri dasar yang masing-masing ambruk 2,90% serta 2,72%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,20 triliun dengan 16,75 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,09 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp3,02 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,92 triliun. Tercatat sebesar 107 saham menguat, 401 melemah dan 110 stagnan.
Di sisi lain bursa saham Hong Kong turun tajam pada perdagangan, Senin saat sektor bisnis menghadapi gangguan besar di tengah aksi unjuk rasa besar terkait penolakan UU ekstradisi China. Tercatat Indeks Hang Seng di Hong Kong turun mencapai sebesar 2,85% hingga ditutup pada level 26.151,32.
Carrie Lam, kepala eksekutif Hong Kong, menyakini kota berada di ambang 'situasi yang sangat berbahaya'. Kerusuhan di Hong Kong dimulai sejak awal Juni ketika para demonstran turun ke jalan untuk menentang proposal RUU ekstradisi - yang sejak itu telah ditangguhkan, tetapi tidak sepenuhnya ditarik.
Aksi demo besar terjadi setelah gelombang protes keras pada akhir pekan, menurut Reuters. Lebih dari 100 penerbangan telah dibatalkan sementara operator kereta api MTR Corp mengumumkan menunda layanan. Saham Cathay Pacific, maskapai utama Hong Kong merosot 4,24%.
Pasar Asia lainnya juga diperdagangkan lebih rendah di tengah kekhawatiran yang lebih luas atas konflik perdagangan antara Beijing dan Washington. Presiden Donald Trump mengatakan, bahwa AS siap mengenakan tarif 10% untuk produk asal China senilai USD300 miliar mulai 1 September.
"Kami berharap respons kebijakan di China akan dikalibrasi terhadap dampak tarif, juga memperhatikan risiko terhadap stabilitas keuangan. China diharapkan akan meningkatkan dukungan kebijakan fiskal dan moneter tetapi dengan cara menghindari ketidakseimbangan keuangan," tulis analis di J.P. Morgan dalam sebuah catatan.
Selanjutnya di Jepang, Nikkei 225 turun 1,74% menjadi 20.720,29 untuk melanjutkan tren negatif sejak Jumat, kemarin dimana telah menyusut lebih dari 2%. Saham indeks raksasa seperti SoftBank Group anjlok 3,48%. Hal itu diikuti dengan penyusutan Indeks Topix mencapai 1,8% untuk menyelesaikan perdagangan di posisi 1.505,88.
Indeks Kospi di Korea Selatan (Korsel) merosot hingga 2,56% menjadi 1.946,98 mengiringi aksi jual. Terpantau saham Samsung turun 2,22% serta SK Hynix anjlok 0,92%, produsen baja Posco jatuh 3,23% dan Hyundai Steel turun 3,84%.
Pada daratan China, komposit Shanghai tergelincir 1,62% untuk berakhir pada level 2.821,50 dan Komposit Shenzhen turun 1,467% menjadi 1.517,27. Pergerakan itu terjadi setelah Indeks Layanan Pembelian Manajer Caixin (PMI) untuk Juli berada dalam jalur level terendah 5 bulan, di 51,6 melawan pembacaan Juni sebesar 52,0.
Angka PMI 50 memisahkan pertumbuhan dari kontraksi. Di Australia, ASX 200 merosot 1,9% untuk kemudian ditutup pada level 6.640,30. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang lebih luas menyusut 2,52% hingga sesi sore.
Sebelumnya pada sesi pembuka bursa sahan Tanah Air turun 84,177 poin atau 1,334) menjadi 6.255,138 untuk kemudian dilanjutkan pada sesi siang dengan kehilangan 110,862 poin (1,749%) menjadi 6.229,318. Hal ini setelah Jumat, kemarin ditutup meroket ke posisi 6.340,180.
Sektor saham dalam negeri tanpa terkecuali bergerak melemah di perdagangan sore dipimpin kejatuhan terdalam sektor infrastruktur sebesar 3,71%. Selain itu diikuti keuangan serta industri dasar yang masing-masing ambruk 2,90% serta 2,72%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,20 triliun dengan 16,75 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,09 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp3,02 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,92 triliun. Tercatat sebesar 107 saham menguat, 401 melemah dan 110 stagnan.
Di sisi lain bursa saham Hong Kong turun tajam pada perdagangan, Senin saat sektor bisnis menghadapi gangguan besar di tengah aksi unjuk rasa besar terkait penolakan UU ekstradisi China. Tercatat Indeks Hang Seng di Hong Kong turun mencapai sebesar 2,85% hingga ditutup pada level 26.151,32.
Carrie Lam, kepala eksekutif Hong Kong, menyakini kota berada di ambang 'situasi yang sangat berbahaya'. Kerusuhan di Hong Kong dimulai sejak awal Juni ketika para demonstran turun ke jalan untuk menentang proposal RUU ekstradisi - yang sejak itu telah ditangguhkan, tetapi tidak sepenuhnya ditarik.
Aksi demo besar terjadi setelah gelombang protes keras pada akhir pekan, menurut Reuters. Lebih dari 100 penerbangan telah dibatalkan sementara operator kereta api MTR Corp mengumumkan menunda layanan. Saham Cathay Pacific, maskapai utama Hong Kong merosot 4,24%.
Pasar Asia lainnya juga diperdagangkan lebih rendah di tengah kekhawatiran yang lebih luas atas konflik perdagangan antara Beijing dan Washington. Presiden Donald Trump mengatakan, bahwa AS siap mengenakan tarif 10% untuk produk asal China senilai USD300 miliar mulai 1 September.
"Kami berharap respons kebijakan di China akan dikalibrasi terhadap dampak tarif, juga memperhatikan risiko terhadap stabilitas keuangan. China diharapkan akan meningkatkan dukungan kebijakan fiskal dan moneter tetapi dengan cara menghindari ketidakseimbangan keuangan," tulis analis di J.P. Morgan dalam sebuah catatan.
Selanjutnya di Jepang, Nikkei 225 turun 1,74% menjadi 20.720,29 untuk melanjutkan tren negatif sejak Jumat, kemarin dimana telah menyusut lebih dari 2%. Saham indeks raksasa seperti SoftBank Group anjlok 3,48%. Hal itu diikuti dengan penyusutan Indeks Topix mencapai 1,8% untuk menyelesaikan perdagangan di posisi 1.505,88.
Indeks Kospi di Korea Selatan (Korsel) merosot hingga 2,56% menjadi 1.946,98 mengiringi aksi jual. Terpantau saham Samsung turun 2,22% serta SK Hynix anjlok 0,92%, produsen baja Posco jatuh 3,23% dan Hyundai Steel turun 3,84%.
Pada daratan China, komposit Shanghai tergelincir 1,62% untuk berakhir pada level 2.821,50 dan Komposit Shenzhen turun 1,467% menjadi 1.517,27. Pergerakan itu terjadi setelah Indeks Layanan Pembelian Manajer Caixin (PMI) untuk Juli berada dalam jalur level terendah 5 bulan, di 51,6 melawan pembacaan Juni sebesar 52,0.
Angka PMI 50 memisahkan pertumbuhan dari kontraksi. Di Australia, ASX 200 merosot 1,9% untuk kemudian ditutup pada level 6.640,30. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang lebih luas menyusut 2,52% hingga sesi sore.
(akr)
Lihat Juga :