IHSG Pulang Gagah 1,38%, Bursa Asia Melemah Karena Yuan China
Rabu, 07 Agustus 2019 - 16:47 WIB
IHSG Pulang Gagah 1,38%, Bursa Asia Melemah Karena Yuan China
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (7/8/2019) berakhir menguat sebesar 84,72 poin atau 1,38% ke level 6.204,20.
Sebelumnya, di awal perdagangan, IHSG dibuka melonjak 77,330 poin atau setara 1,264% ke level 6.196,80. Sepanjang Rabu ini, IHSG diperdagangkan dikisaran 6.153,64-6.221,66.
Kenaikan IHSG merespon data perekonomian Indonesia yang ciamik, dimana cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2019 mencapai USD125,9 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Juni 2019 sebesar USD123,8 miliar.
Delapan dari 10 indeks sektoral menghijau, dimana empat diantaranya naik lebih dari 1%, yaitu keuangan +1,98%, infrastruktur +1,94%, konsumer +1,56%, dan manufaktur +1,10%. Penurunan terjadi pada aneka industri -0,11% dan properti -0,06%.
Dari 611 saham yang diperdagangkan, 288 menguat, 162 stabil, dan 161 tertekan. Nilai transaksi saham mencapai Rp8,70 triliun dari 15,01 miliar unit saham. Transaksi bersih asing -Rp216,96 miliar, dengan aksi jual asing Rp2,52 triliun dan aksi beli asing Rp2,30 triliun.
Sementara itu, pasar saham Asia Pasifik diperdagangkan cenderung melemah karena investor mencermati pelemahan yuan ditengah sengketa perdagangan Amerika Serikat dan China, yang terus meningkat.
Melansir dari CNBC, Rabu (7/8), Bank Rakyat China (People's Bank of China) menetapkan titik tengah resmi untuk yuan di level 6,999 per dolar AS, lebih lemah dari ekspektasi pasar. Bank sentral China memungkinkan nilai tukar turun 2% dari angka itu.
Hasil ini membuat pasar saham China menurun, indeks Shanghai komposit melemah 0,32% menjadi 2.768,68, dan Shenzhen terkulai 0,427% menjadi 1.483,95. Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat tipis 0,08% ke level 25.997,03.
Bursa Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,33% menjadi 20.516,56, akibat saham Fanuc tumpah 1,56%. Indeks Topix ditutup lebih tinggi menjadi 1.499,93. Kospi Korea Selatan ditutup 0,41% lebih rendah ke level 1.909,71, dan ASX 200 Australia mengakhiri perdagangannya 0,64% lebih tinggi menjadi 6.519,50.
Sebelumnya, di awal perdagangan, IHSG dibuka melonjak 77,330 poin atau setara 1,264% ke level 6.196,80. Sepanjang Rabu ini, IHSG diperdagangkan dikisaran 6.153,64-6.221,66.
Kenaikan IHSG merespon data perekonomian Indonesia yang ciamik, dimana cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2019 mencapai USD125,9 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Juni 2019 sebesar USD123,8 miliar.
Delapan dari 10 indeks sektoral menghijau, dimana empat diantaranya naik lebih dari 1%, yaitu keuangan +1,98%, infrastruktur +1,94%, konsumer +1,56%, dan manufaktur +1,10%. Penurunan terjadi pada aneka industri -0,11% dan properti -0,06%.
Dari 611 saham yang diperdagangkan, 288 menguat, 162 stabil, dan 161 tertekan. Nilai transaksi saham mencapai Rp8,70 triliun dari 15,01 miliar unit saham. Transaksi bersih asing -Rp216,96 miliar, dengan aksi jual asing Rp2,52 triliun dan aksi beli asing Rp2,30 triliun.
Sementara itu, pasar saham Asia Pasifik diperdagangkan cenderung melemah karena investor mencermati pelemahan yuan ditengah sengketa perdagangan Amerika Serikat dan China, yang terus meningkat.
Melansir dari CNBC, Rabu (7/8), Bank Rakyat China (People's Bank of China) menetapkan titik tengah resmi untuk yuan di level 6,999 per dolar AS, lebih lemah dari ekspektasi pasar. Bank sentral China memungkinkan nilai tukar turun 2% dari angka itu.
Hasil ini membuat pasar saham China menurun, indeks Shanghai komposit melemah 0,32% menjadi 2.768,68, dan Shenzhen terkulai 0,427% menjadi 1.483,95. Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat tipis 0,08% ke level 25.997,03.
Bursa Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,33% menjadi 20.516,56, akibat saham Fanuc tumpah 1,56%. Indeks Topix ditutup lebih tinggi menjadi 1.499,93. Kospi Korea Selatan ditutup 0,41% lebih rendah ke level 1.909,71, dan ASX 200 Australia mengakhiri perdagangannya 0,64% lebih tinggi menjadi 6.519,50.
(ven)
Lihat Juga :