Harga Minyak Mentah Melonjak di Tengah Pelemahan Dolar AS

Kamis, 08 Agustus 2019 - 11:47 WIB
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Melonjak di Tengah Pelemahan Dolar AS
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah melonjak lebih dari USD1 per barel pada perdagangan, Kamis (8/8/2019) di tengah pelemahan dolar Amerika Serikat (USD). Lompatan ini menandai pemulihan harga minyak, setelah sempat tertekan seiring kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi global akan menggerus permintaan minyak mentah hingga memicu penurunan lebih dari 4% dalam sesi sebelumnya.

Dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Brent mencetak rebound USD57,52 per barel atau meningkat USD1,29 yang setara dengan 2,29% dibandingkan penutupan terakhir pada 0032 GMT. Sedangkan harga minyak mentah AS melonjak mencapai sebesar USD1,30 atau 2,54% menjadi USD52,39 per barel.

Kedua kontrak mencapai level terendah sejak Januari pada hari Rabu, kemarin setelah peningkatan persediaan minyak mentah AS menjadi kejutan hingga menambah kekhawatiran bahwa perang perdagangan AS-China yang sedang berlangsung dapat semakin mengurangi pertumbuhan permintaan tahun ini. "Dolar AS kehilangan tenaga dan mengurangi tekanan pada harga minyak," kata Alfonso Esparza, seorang analis pasar senior yang berbasis di Toronto di Oanda.

Bicara tindakan lebih lanjut untuk menopang pasar minyak dari Arab Saudi dan produsen lain di Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga mendukung harga minyak mentah. Bloomberg dalam sebuah laporan mengutip seorang pejabat Saudi yang mengatakan, bahwa eksportir utama dunia sedang dalam pembicaraan dengan produsen lain untuk mengambil tindakan untuk menghentikan penurunan harga minyak.

"Retorika perang dagang akan terus membimbing pasar, tetapi komentar dari Arab Saudi dapat menyebabkan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menstabilkan harga. Sulit membayangkan bagaimana kelihatannya mengingat betapa sulitnya untuk mendapatkan OPEC + untuk menyetujui perjanjian batas produksi, tetapi mengingat potensi kejatuhan dari minyak mentah jika perang dagang berlanjut, tidak ada pilihan," kata Esparza.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved