Lahan Basah Baru, Atlet E-Sports Bisa Raup Puluhan Juta Sebulan

Minggu, 11 Agustus 2019 - 18:01 WIB
Lahan Basah Baru, Atlet...
Lahan Basah Baru, Atlet E-Sports Bisa Raup Puluhan Juta Sebulan
A A A
JAKARTA - Perkembangan e-sports di Indonesia tidak terlepas dari jumlah peminat yang semakin tinggi, dipacu oleh hadirnya berbagai jenis game di platform mobile. Di sisi lain, beberapa instansi pendidikan kini juga sudah dapat menerima e-sports sebagai suatu kegiatan yang positif.

Seiring dengan perkembangan itu, dari sisi bisnis, e-sport pun kini dinilai sebagai lahan basah nan prospektif oleh banyak investor. Hal ini pun mendorong pertumbuhan bisnis di beberapa sektor terkait.

"Berbicara mengenai bisnisnya, e-sport ini sangat luas, melingkupi media, event organizer, dan team e-sports baik untuk mobile games dan PC games. Beberapa tipe bisnis mengambil keuntungan di sektor ini, terutama bagi event organizer, ini dianggap lahan basah. Bahkan para EO dari Filipina dan China turut datang ke sini," ujar founder sekaligus CEO GGWP.id Ricky Pratama kepada SINDOnews, akhir pekan ini.

Dengan berkembangnya bisnis ini, sambung Ricky, tim e-sport yang sebelumnya adalah atlet-atlet tak berbayar, sekarang gajinya bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah per bulan. Mereka aktif di game mobile seperti Arena Of Valor(AOV), PlayerUnknown's BattleGrounds (PUBG Mobile), Mobile Legends, dan Free Fire.

"Bisa dilihat juga, banyak stakeholder yang seketika berminat untuk terjun ke ranah E-sports. Dengan investasi di E-sports, mereka dan brand/produk dengan mudah menjangkau pangsa pasarnya, yaitu anak muda di Indonesia lewat hal yang mereka sukai," ujar pakar e-sport Andrew Tobias.

Ricky menambahkan bahwa e-sport di Indonesia berhasil menarik banyak investor dilihat dari pangsa pasar dan juga peminatnya dari kalangan gen-Z dan milenial, terlebih investor asing. "Investor kita di e-sports kebanyakan berasal dari China. Bisa dilihat juga kiblat e-sport kita mirip dengan China, yang didominasi oleh mobile games," ujarnya.

Menurut Ricky, saat ini dukungan pemerintah Indonesia ke e-sport melalui Badan Ekonomi Kreatif (BekrafF) dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga cukup memadai. Dalam hal ini, kata dia, pemerintah juga menargetkan supaya Indonesia bisa menciptakan game e-Sport-nya sendiri.

"Sejauh ini kita selalu mengikuti game yang dipertandingkan, bukan game ciptaan anak bangsa sendiri. Inilah yang dikejar oleh pemerintah. Pemerintah ingin supaya Indonesia bisa berkarya di pengembangan game-game di e-sports itu," jelasnya.

Terkait dengan itu, Ricky menuturkan bahwa Bekraf sudah mengadakan event yaitu Bekraf Game Prime 2019 pada Juli lalu. Namun, game yang ada di event itu masih berasal dari luar negeri. Bekraf dan para pemangku kepentingan e-sport Indonesia menurutnya menargetkan bahwa di event Game Prime 2020 nanti sudah ada game-game lokal yang dimunculkan.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bidik Pendapatan Rp370...
Bidik Pendapatan Rp370 Miliar, BOLA Genjot Bisnis Sports dan E-Sports
E-Sports Miliki Potensi...
E-Sports Miliki Potensi sebagai Penyelamat Ekonomi Indonesia
E-Sports Menjadi Industri...
E-Sports Menjadi Industri Raksasa dengan Nilai Rp14,6 Triliun
Pengurus Besar E-Sports...
Pengurus Besar E-Sports Indonesia Tingkat Kota Cirebon Dilantik
E-Sports dan Game Berpotensi...
E-Sports dan Game Berpotensi Jadi Unggulan di Indonesia
Profil RRQ E-Sports,...
Profil RRQ E-Sports, Salah Satu Tim Mobile Legends Terbaik di Indonesia
Berita Terkini
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
10 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
24 menit yang lalu
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
33 menit yang lalu
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
1 jam yang lalu
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
3 jam yang lalu
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
5 jam yang lalu
Infografis
5 Fitur Baru YouTube...
5 Fitur Baru YouTube Premium, Bisa Tonton YouTube Bersama Teman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved