RI-Pakistan Perluas Cakupan Perundingan Perdagangan Barang

Senin, 12 Agustus 2019 - 15:56 WIB
RI-Pakistan Perluas...
RI-Pakistan Perluas Cakupan Perundingan Perdagangan Barang
A A A
JAKARTA - Setelah berjalan selama lima tahun, perjanjian dagang Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) diperluas menjadi Indonesia-Pakistan Trade in Goods Agreement (IP-TIGA).

"IP-PTA yang mulai diimplementasikan sejak 2013 telah berhasil meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara secara signifikan. Untuk itu, pada kunjungan Presiden Joko Widodo ke Islamabad Januari 2018, kedua kepala negara sepakat mengembangkan IP-PTA menjadi IP-TIGA yang akan mencakup seluruh produk Indonesia dan Pakistan. Mandat inilah yang ditindaklanjuti kedua delegasi pada pertemuan JNC pertama ini," ujar Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan (Kemendag) Ni Made Ayu Marthini di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Pada pertemuan pertama JNC IP-TIGA itu, kedua pihak berhasil memfinalisasi terms of reference (TOR) sebagai pedoman perundingan IP-TIGA selanjutnya. Perundingan IP-TIGA akan terbagi ke dalam sejumlah kelompok kerja (working group/WG), yaitu WG Perdagangan Barang (Trade in Goods/TIG), WG Aturan Asal Barang, Prosedur Kepabeanan, dan Fasilitasi Perdagangan (Rules of Origin, Customs Procedures and Trade Facilitation/ROOCPTF), WG Sanitasi dan Fitosanitari (Sanitary and Phytosanitary/SPS), WG Hambatan Teknis Perdagangan (Technical Barriers to Trade/TBT), dan WG Masalah Hukum dan Kelembagaan (Legal and Institutional Issues/LII).

Selain menyelesaikan TOR, kedua delegasi juga membahas rencana kerja (workplan) JNC untuk putaran perudingan ke depan sehingga kedua delegasi memiliki pandangan dan target yang sama dalam menyelesaikan perundingan. Pertemuan pertama JNC juga membahas sejumlah isu kerja sama bilateral, misalnya peningkatan promosi dagang, serta membahas beberapa isu guna mencari solusi sehingga laju perdagangan kedua negara dapat meningkat.

Made menjelaskan, kedua juru runding menekankan bahwa di tengah-tengah ekonomi dunia yang saat ini diliputi berbagai isu akibat friksi dagang, Indonesia dan Pakistan justru sepakat untuk bekerja sama, melakukan negosiasi perdagangan untuk menggali potensi kedua negara.

Jika dalam IP-PTA kedua negara hanya memberikan preferensi tarif atas sejumlah produk yang disepakati bersama, maka IP-TIGA akan mencakup keseluruhan pos tarif Indonesia dan Pakistan untuk memberikan manfaat maksimal bagi kedua negara. "Kedua delegasi percaya bahwa IP-TIGA akan menjadikan hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan yang lebih kokoh," tegas Made.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perusahaan RI dan Bulgaria...
Perusahaan RI dan Bulgaria Teken Kerja Sama Perdagangan B2B
Presiden Prabowo Temui...
Presiden Prabowo Temui PM Pakistan, Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan
Hubungan Dagang 2 Musuh...
Hubungan Dagang 2 Musuh Utama Amerika Kian Lengket: Tembus Rp244,7 Triliun
Genjot Kerja Sama, RI-UEA...
Genjot Kerja Sama, RI-UEA Targetkan Nilai perdagangan Naik 3 Kali Lipat
Perdagangan Makin Berkah,...
Perdagangan Makin Berkah, RI-Chile Teken MoU Jaminan Produk Halal
Mengupas Poin Penting...
Mengupas Poin Penting Kerja Sama Perdagangan dan Investasi RI-Australia
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
5 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
6 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved