Kementan Genjot SDM Untuk Capai Produksi Sawit Terbesar di Dunia*

Selasa, 13 Agustus 2019 - 13:31 WIB
Kementan Genjot SDM...
Kementan Genjot SDM Untuk Capai Produksi Sawit Terbesar di Dunia*
A A A
JAKARTA - Setelah diluncurkannya Peta Okupasi Sektor Pertanian yang disahkan oleh 5 Kementerian/Lembaga yaitu Kementerian Pertanian (Kementan), Bappenas, Kemenaker, BNSP dan KADIN sebanyak 449 jabatan pada Bulan April 2019 lalu, saat ini Kementerian Pertanian tengah menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) Pertanian yang akan digenjot menjadi pelaku agribisnis khususnya bidang perkebunan kelapa sawit.

"Ini bertujuan guna mewujudkan Indonesia menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia," demikian dikatakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedy Nursyamsi pada Konsensus KKNI Bidang Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Serpong (12/8/19)

Dedi menegaskan mencetak generasi muda pertanian kualitas ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi, yakni tahun ini pembangunan nasional berorientasi pada peningkatan SDM yang berbasis kompetensi. Langkah yang akan ditempuh Kementan untuk meningkatkan keberterimaan internasional pada produk kelapa sawit Indonesia serta mempunyai daya saing sehingga dapat meningkatkan ekspor kelapa sawit dengan tetap mempertahankan keberlanjutan lingkungan.

"Artinya, langkah ini perlu didukung oleh ketersediaan SDM yang kompeten.Pembangunan sumberdaya manusia jadi perhatian yang serius karena kita tidak bisa terus menerus mengandalkan sumberdaya alam yang melimpah tanpa tersedianya kualitas SDM yang berkompeten termasuk bidang perkebunan kelapa sawit," tegasnya.

"Hal ini untuk menjawab tantangan tersebut ada empat hal yang perlu kita bangun yaitu membangun sistem standardisasi, pendidikan, pelatihan dan sertifikasi," pintanya.

Peta Okupasi yang sebelumnya diharapkan dapat mempercepat penyelesaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sebagai acuan lembaga pendidikan, pelatihan dan sertifikasi dalam mendukung kualitas lulusan pendidikan atau pelatihan yang menghasilkan SDM kompeten dan berdaya saing sesuai dengan permintaan Dunia usaha/ Dunia Industri (Du/Di). Peta jabatan dalam KKNI mendorong terciptanya link and match antara dunia pendidikan, pelatihan dan lembaga sertifikasi dengan Dunia usaha/ Dunia industri (Du/Di).

"SDM sebagai pengungkit utama produksi sawit mulai dari Hulu sampai dengan Hilir. Indonesia mempunyai iklim tropis yang sudah tidak diragukan lagi untuk pertumbuhan kelapa sawit," beber Dedi.

Selanjutnya, sambungnya, yang menjadi tugas pemerintah melalui Kementan yakni untuk menggenjot SDM agar meningkatkan produktivitas kelapa sawit tersebut. Kuncinya harus genjot SDM agar menjadi pelaku agribisnis yang Profesional, Mandiri, Handal, Kompeten dan Berdaya Saing. Bagaimana menggenjotnya, tentunya melalui pendidikan, pelatihan dan sertifikasi kompetensi perkebunan kelapa sawit.

"Karena itu, diharapkan KKNI ini dapat diaplikasikan di lembaga pendidikan, pelatihan dan sertifikasi agar Indonesia menjadi Produksi Kelapa Sawit terbesar," tutup Dedi.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Kalau Bukan Penyuluh...
Kalau Bukan Penyuluh Siapa Lagi yang Bisa Menghubungkan Mentan dan Petani
Berita Terkini
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
42 menit yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
10 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
10 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
11 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
11 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
12 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Perempat Final...
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved