Darmin Dorong Hadirnya Pusat Perawatan Pesawat di Batam

Rabu, 14 Agustus 2019 - 15:11 WIB
Darmin Dorong Hadirnya...
Darmin Dorong Hadirnya Pusat Perawatan Pesawat di Batam
A A A
JAKARTA - Pemerintah berkomitmen untuk menciptakan ekosistem industri penerbangan tanah air yang berkelanjutan. Terlebih, berdasarkan laporan International Air Transport Association (IATA), jumlah penumpang udara nasional akan mencapai 270 juta penumpang pada tahun 2034 atau naik lebih dari 300% dibanding 2014.

Selain itu, Indonesia diperkirakan akan masuk 10 besar pasar penerbangan dunia pada 2020, bahkan akan menjadi lima besar dunia pada 2034. Satu langkah yang diambil pemerintah adalah dengan mengembangkan pusat perawatan pesawat atau fasilitas MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul).

“Kerja sama pengembangan MRO diperlukan untuk efisiensi industri penerbangan. Kita berharap industri ini bisa lebih kompetitif dan tumbuh berkembang. Tentunya dengan tetap mampu menyediakan penerbangan nasional yang terjangkau,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Sambung dia menjelaskan, kerja sama dan pembangunan pabrik vulkanisir ban pesawat dirancang untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional. Selain itu, juga untuk mendukung industri dalam negeri dan substitusi impor, karena selama ini harus dibawa ke Thailand.

Sementara itu kerja sama pelatihan aviasi oleh Politeknik Kirana Angkasa ditujukan untuk penyediaan SDM Aviasi yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong SDM, terutama Pendidikan Vokasi.

“Ini semua untuk mendukung investasi bernilai USD466 Juta (atau setara Rp 6,3 Triliun) yang tentu akan mampu mendorong perekonomian di Batam sekaligus mendukung pengembangan industri penerbangan,” terang Menko Darmin.

Data menyebutkan, jumlah penumpang pesawat yang berangkat pada tahun 2017 adalah sebanyak 90,7 juta untuk penerbangan dalam negeri dan 16,6 juta untuk penerbangan luar negeri. Sementara jumlah pesawat di Indonesia pada tahun 2017 tercatat sebanyak 1.030 unit, dengan rata-rata pertumbuhan industri penerbangan sebesar 10%.

Sedangkan jumlah pesawat di Asia Pasifik tahun 2025 diprediksi mencapai 11.680 unit dan akan menjadi pasar industri MRO terbesar di dunia yang bernilai USD100 Miliar. Namun saat ini, bisnis MRO di Indonesia hanya mampu melayani 30% - 35% pasar nasional, sisanya diserap MRO asing. Ke depannya, potensi bisnis MRO nasional tahun 2020 diperkirakan senilai Rp26 triliun.

Menko Darmin pun menyampaikan harapannya untuk industri penerbangan, agar kerjasama antara grup Garuda Indonesia dan Lion Air dapat terus dilanjutkan. Tidak terbatas pada Jasa MRO, tetapi juga untuk operasional penerbangan lainnya. “Dengan demikian, pemerintah berharap akan terjadi efisiensi yang signifikan di industri penerbangan sehingga penerbangan dapat makin terjangkau masyarakat,” tuturnya.

Ke depan, Pemerintah juga akan menyiapkan rencana dan program nasional yang saat ini sedang dibahas bersama seluruh stakeholder penerbangan. Hal tersebut untuk mendukung pengembangan dan menjaga keberlangsungan industri penerbangan nasional.

“Selain itu, Industri Aviasi harus bersinergi untuk peningkatan efisiensi, terutama dari komponen Pemeliharaan dan Perbaikan (MRO). Ini sangat dibutuhkan untuk mendukung peningkatan keselamatan dan mutu angkutan udara nasional kita,” pungkas Darmin Nasution.

Sebagai informasi, Batam dipilih sebagai lokasi MRO karena memiliki beberapa keunggulan. Kota ini berdekatan dengan Singapura, lokasi Original Equipment Manufacturer (OEM) yang menempatkan stock spare part pesawat dan sebagai hub penerbangan internasional.

Kemudian, status Batam sebagai Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) dengan berbagai kemudahan bisnis dan insentif fiskal, serta tersedia lahan yang sudah disewa seluas 30 Ha. Tak hanya itu, lokasi geografis Batam yang tidak jauh dari negara-negara Asia Tenggara & Asia Selatan juga berpotensi besar menjadi target market jasa MRO pesawat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kerja Sama Mendukung...
Kerja Sama Mendukung Pertumbuhan Industri Penerbangan Helikopter di Indonesia
Tekad Pelaku Industri...
Tekad Pelaku Industri Penerbangan Non-Airline Pasca Asian Sky Forum 2024
Software Autocad Hadirkan...
Software Autocad Hadirkan Teknologi Peta 3D untuk Penerbangan
Kapan Bisnis Penerbangan...
Kapan Bisnis Penerbangan Pulih? Ini Proyeksi Moody's
20 Maskapai Teraman...
20 Maskapai Teraman di Dunia 2023, Enam di Antaranya dari Asia
TransNusa Kembali Buka...
TransNusa Kembali Buka Penerbangan Jakarta-Jogja, Segini Harga Tiketnya
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved