Nota Keuangan RAPBN 2020, Anggaran Pendidikan Dikerek Jadi Rp505,8 Triliun

Jum'at, 16 Agustus 2019 - 15:38 WIB
Nota Keuangan RAPBN...
Nota Keuangan RAPBN 2020, Anggaran Pendidikan Dikerek Jadi Rp505,8 Triliun
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, anggaran pendirikan direncanakan sebesar Rp505,8 triliun pada tahun 2020 atau melonjak 29,6% dibandingkan realisasi anggaran 2015 yang sekitar Rp390,3 triliun. Hal ini diungkapkan saat menyampaikan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Dengan anggaran sebesar itu, Jokowi mengaku bakal memperluas beasiswa bagi para pelajar di Indonesia, dengan sasaran untuk melanjutkan pendidikan tinggi kepada 818 ribu mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Ditambah, Pemerintah melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 54,6 juta siswa pada tahun 2020.

"Jadi kita memiliki prestasi akademik melalui Kartu Indonesia Pintar- Kuliah (KIP-Kuliah), termasuk lanjutan bidik misi. Beasiswa KIP-Kuliah ini juga diberikan untuk mahasiswa pendidikan vokasi dan politeknik. Serta pendidikan sarjana pada program studi sains dan teknologi," ujar Presiden Jokowi di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Dengan anggaran pendidikan tersebut, Ia mengharapkan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal. Menurutnya kemampuan dasar anak-anak Indonesia harus terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar. Terutama untuk meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan sains sehingga menjadi pijakan bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Di jenjang pendidikan menengah dan tinggi, Pemerintah merancang pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah juga mencetak calon-calon pemikir, penemu, dan entrepreneur hebat di masa depan," jelasnya.

Kebijakan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia juga akan ditekankan pada perbaikan kualitas guru, mulai dari proses penyaringan, pendidikan keguruan, pengembangan pembelajaran, dan metode pengajaran yang tepat dengan memanfaatkan teknologi. "Pada pendidikan dasar dan menengah, dalam rangka pemerataan akses pendidikan dan percepatan wajib belajar 12 tahun," terang dia.

Selain itu, Pemerintah juga melanjutkan Program Indonesia Pintar (PIP) dengan memberikan beasiswa hingga 20,1 juta siswa. "Setelah pemenuhan wajib belajar 12 tahun, Pemerintah juga merasa perlu untuk memberikan akses yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi. Hanya lewat pendidikan yang lebih baik kita dapat memutus mata rantai kemiskinan antar- generasi," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Tegaskan APBN...
Jokowi Tegaskan APBN harus Dirancang dengan Optimistis dan Realistis
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Jokowi: Defisit Anggaran...
Jokowi: Defisit Anggaran Dibiayai dari Sumber yang Aman
Desifit Melebar, Risiko...
Desifit Melebar, Risiko Fiskal Harus Dihitung dengan Cermat
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
Peraih Medali Emas Paralimpiade...
Peraih Medali Emas Paralimpiade Tokyo 2020 Dapat Rp5,5 Miliar, Jokowi: Yang Nggak Dapat Nanti Dibisiki Menpora
Berita Terkini
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
15 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
42 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
1 jam yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved