alexametrics

Desifit Melebar, Risiko Fiskal Harus Dihitung dengan Cermat

loading...
Desifit Melebar, Risiko Fiskal Harus Dihitung dengan Cermat
Adanya pandemi Covid-19 dan berbagai program untuk memulihkan ekonomi memberikan dampak pada meningkatnya belanja sehingga dipastikan defisit APBN meningkat. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa adanya pandemi Covid-19 dan untuk memulihkan ekonomi memberikan dampak pada meningkatnya belanja. Sehingga dapat dipastikan defisit dalam anggaran pendapatan belanja nasional (APBN) juga meningkat.

“Saya mendapatkan laporan berbagai perkembangan dalam penanganan Covid dan berbagai langkah strategis pemulihan ekonomi membawa konsekuensi adanya tambahan belanja yang berimplikasi pada meningkatnya defisit APBN,” katanya saat membuka rapat terbatas, Rabu (3/6/202).

Dia pun menugaskan Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Kepala Bappenas untuk menghitung dampak defisit terhadap fiskal ke depan. “Melakukan kalkulasi lebih cermat, lebih detil, lebih matang terhadap berbagai risiko fiskal kita ke depan,” ungkapnya. (Baca Juga : Jokowi Minta Sektor Padat Karya Jadi Perhatian dalam Program PEN)



Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga meminta agar perubahan postur APBN dilakukan secara hati-hati. “Dilakukan secara hati-hati transparan, akuntabel. Sehingga APBN 2020 bisa dijaga, bisa dipercaya dan tetap kredibel,” pungkasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top