Semester I, Laba Bersih PGN Anjlok 69,87%

Selasa, 20 Agustus 2019 - 14:36 WIB
Semester I, Laba Bersih...
Semester I, Laba Bersih PGN Anjlok 69,87%
A A A
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada semester I 2019, mencatat pendapatan sebesar USD1,79 miliar. Angka ini turun 6,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD1,92 miliar. Bila dikonversi ke rupiah dengan kurs Rp14.195 per USD, maka pendapatan PGN mencapai Rp25,4 triliun.

Penurunan pendapatan menyebabkan laba bersih PGN merosot hingga 69,87% menjadi sebesar USD54,04 juta, dibandingkan laba bersih PGN semester I 2018 sebesar USD179,39 juta.

Selain penurunan pendapatan, merosotnya laba bersih, emiten berkode PGAS ini juga disebabkan adanya beban non-cash seperti impairment dan selisih kurs. PGAS mencatat rugi selisih kurs mencapai USD34,07 juta atau meningkat 71,98% jika dibandingkan kerugian kurs tahun sebelumnya yang hanya Rp19,81 juta.

Selama periode Januari-Juni 2019, PGAS mencatatkan beban keuangan USD89,07 juta atau naik 16,58% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, PGAS mencatat penurunan nilai properti minyak dan gas sebesar USD44,18 juta. Tahun lalu emiten pelat merah ini tidak mencatatkan penurunan nilai properti minyak dan gas.

Mayoritas pendapatan PGAS berasal dari hasil penjualan gas sebesar USD1,33 miliar, penjualan minyak dan gas sebesar USD 196,2 juta, transmisi gas sebesar USD163,4 juta dan pendapatan usaha lainnya sebesar USD97,19 juta.

Sementara itu, per 30 Juni 2019, jumlah aset PGAS tercatat USD 7,24 miliar. Jumlah itu terdiri atas liabilitas sebesar USD4,06 miliar dan ekuitas USD3,17 miliar. Selama periode Januari-Juni 2019, PGAS telah menyalurkan gas bumi sebesar 2.938 BBTUD. Angka ini terdiri atas volume gas distribusi sebesar 932 BBTUD dan volume transmisi gas bumi sebesar 2.006 BBTUD.

"Di tengah tantangan bisnis domestik dan global yang sangat dinamis, PGAS mampu meningkatkan pangsa pasar gas bumi melalui penambahan jumlah pelanggan dan perluasan infrastruktur sebagai sub-holding gas," ujar Sekretaris Perusahaan PGAS, Rachmat Hutama, dalam keterangan resminya, Selasa (19/8/2019).

Hingga saat ini, PGAS telah melayani lebih dari 350.000 pelanggan dengan cakupan infrastrukur pipa gas bumi sepanjang lebih dari 10.000 km, termasuk jaringan gas untuk melayani sektor rumah tangga sepanjang lebih dari 3.800 km.

Rachmat menambahkan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional di berbagai sektor bisnis, PGN juga akan terus membangun dan memperluas infrastruktur gas bumi yang berkesinambungan.

Tingginya kebutuhan energi di dalam negeri merupakan peluang bagi PGN untuk mengoptimalkan penggunaan gas bumi dan pemanfaatan gas bumi di berbagai daerah di Indonesia yang berkelanjutan.

Menurut Rachmat, kebijakan pemerintah membangun berbagai infrastruktur telah mendorong munculnya sentra-sentra perekonomian baru di berbagai wilayah di Indonesia. Sebagai subholiding gas, PGN akan mengambil peran untuk menyediakan energi gas bumi yang terbukti efisien, ramah lingkungan dan sumbernya berada di dalam negeri.

Kebutuhan energi di dalam negeri yang semakin besar menjadi tantangan bagi PGN untuk menyediakan gas bumi yang akan menciptakan multiplier effect luas bagi sektor industri dan ekonomi nasional. Infrastruktur akan tetap menjadi fokus PGN untuk mengalirkan gas bumi dari hulu hingga ke konsumen.

"Selain itu, untuk mewujudkan komitmen penggunaan dan pemanfaatan gas bumi di berbagai daerah di Indonesia yang berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak konsumen dalam mewujudkan bauran gas bumi di 2025 sebesar 22%, kami terus berupaya untuk meningkatkan kehandalan kepada pelanggan," jelas Rachmat.

Melalui berbagai insiatif dan inovasi yang terus dilakukan, PGN mengembangkan teknologi infrastruktur beyond pipeline baik berbasis Compressed Natural Gas (CNG) maupun Liquified Natural Gas (LNG) diberbagai wilayah di Indonesia. Salah satu inovasi untuk menjaga ketahanan sustainability pasokan di wilayah Jawa Timur, saat ini PGN akan mengoperasikan LNG di Teluk Lamong, Jawa Timur.

Selain itu, terdapat beberapa infrastruktur utama yang telah dan dalam tahap penyelesaian seperti proyek pipa transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 km, jaringan pipa transmisi Gresik-Semarang sepanjang 258 km yang telah mencapai 98%, dan pembangunan jaringan gas rumah tangga sebanyak 78.216 sambungan dari penugasan pemerintah untuk membantu mengurangi beban impor migas.

Dengan konsistensi dan dukungan stakeholder termasuk regulasi niaga gas bumi, maka PGN mengharapkan dapat menyelesaikan target pemanfaatan gas bumi di masyarakat termasuk program 4,7 juta sambungan di tahun 2025.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Dukungan Penuh Pemerintah...
Dukungan Penuh Pemerintah dalam Penguatan Pasokan Gas di Sebagian Jabar dan Sumatera
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan...
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan Komitmen Menuju Energi Bersih
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Komitmen PGN Pasok Gas...
Komitmen PGN Pasok Gas Bumi untuk Kelistrikan Secara Berkelanjutan
Berita Terkini
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
4 jam yang lalu
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
6 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
7 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
7 jam yang lalu
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
7 jam yang lalu
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
7 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Anjlok,...
Penjualan Mobil Anjlok, Volkswagen akan Produksi Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved