IHSG Tergelincir di Akhir Sesi, Bursa Asia Menyusut
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:33 WIB
IHSG Tergelincir di Akhir Sesi, Bursa Asia Menyusut
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan, Rabu (21/8/2019) ditutup tergelincir untuk mengiringi mayoritas bursa Asia yang juga mengalami tekanan. Di akhir sesi, IHSG lebih rendah -42,77 poin atau setara -0,68% ke level 6.252,97.
Sebelumnya pada awal sesi, bursa saham Tanah Air naik 6,740 poin atau 0,107% menjadi 6.302,48. Sementara sebelumnya IHSG pada penutupan Selasa (20/8) bertengger pada posisi 6.295,74.
Sektor saham dalam negeri mayoritas bergerak melemah di perdagangan sore dipimpin kejatuhan terdalam sektor industri dasar sebesar -1,06%. Selain itu diikuti consumer serta manufaktur yang masing-masing ambruk 1,00%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,57 triliun dengan 14,57 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp609,22 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,35 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,74 triliun. Tercatat sebesar 159 saham menguat, 269 melemah dan 165 stagnan.
Di sisi lain sebagian besar pasar saham Asia mengalami penurunan setelah indeks AS mengalami kemunduran di tengah kekhawatiran resesi keuangan. Beberapa analis mengatakan, aksi jual saham menunjukkan adanya kecemasan yang mendalam di kalangan investor.
"Faktanya adalah, serangkaian krisis tampaknya mencuat dari politik Italia hingga Brexit serta konflik perdagangan AS-China yang mengancam sewaktu-waktu bisa meledak. Pembuat kebijakan global tampaknya tidak memiliki rencana untuk menyelesaikannya," ujar Vishnu Varathan, kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank.
Indeks Nikkei Jepang menyusut hingga 0,28% untuk bertengger pada level 20.618,57 di akhir sesi serta menelusuri kembali beberapa kerugian sebelumnya. Ditambah tekanan juga menimpa indeks Topix yang kehilangan 0,61% menjadi 1.497,51.
Saham mayoritas produsen mobil terpantau lebih rendah di antaranya saham Nissan jatuh 1,52%, Mazda Motor anjlok 3,23% sementara Toyota menghapus kerugian hingga berakhir datar. Konglomerat Tech SoftBank Group tergelincir 2,86% saat saham perbankan dan keuangan juga diperdagangkan merosot.
Selanjut di Korea Selatan, indeks Kospi berbalik menguat pada detik akhir perdagangan untuk 0,22% lebih tinggi pada posisi 1,964,65 dan Kosdaq naik 1,47%. Indeks saham utama di India, Singapura dan Indonesia juga diperdagangkan lebih rendah di sore hari.
Tren kenaikan juga menyapa indeks Hang Seng di Hong Kong ketika gelombang unjuk rasa masih menerpa salah satu pusat keuangan Asia tersebut. Tercatat Hang Seng naik tipis sekitar 0,2% untuk mengiringi anjloknya saham Xiaomi mencapai 4,98%.
Produsen smartphone asal China, yang terdaftar di Hong Kong, melaporkan pertumbuhan pendapatan kuartalan 15% pada hari Selasa, lebih sedikit dari proyeksi sebelumnya. Komposit Shanghai di daratan China menanjak naik lebih tinggi ke posisi 2.880,33.
Sebelumnya pada awal sesi, bursa saham Tanah Air naik 6,740 poin atau 0,107% menjadi 6.302,48. Sementara sebelumnya IHSG pada penutupan Selasa (20/8) bertengger pada posisi 6.295,74.
Sektor saham dalam negeri mayoritas bergerak melemah di perdagangan sore dipimpin kejatuhan terdalam sektor industri dasar sebesar -1,06%. Selain itu diikuti consumer serta manufaktur yang masing-masing ambruk 1,00%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,57 triliun dengan 14,57 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp609,22 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,35 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,74 triliun. Tercatat sebesar 159 saham menguat, 269 melemah dan 165 stagnan.
Di sisi lain sebagian besar pasar saham Asia mengalami penurunan setelah indeks AS mengalami kemunduran di tengah kekhawatiran resesi keuangan. Beberapa analis mengatakan, aksi jual saham menunjukkan adanya kecemasan yang mendalam di kalangan investor.
"Faktanya adalah, serangkaian krisis tampaknya mencuat dari politik Italia hingga Brexit serta konflik perdagangan AS-China yang mengancam sewaktu-waktu bisa meledak. Pembuat kebijakan global tampaknya tidak memiliki rencana untuk menyelesaikannya," ujar Vishnu Varathan, kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank.
Indeks Nikkei Jepang menyusut hingga 0,28% untuk bertengger pada level 20.618,57 di akhir sesi serta menelusuri kembali beberapa kerugian sebelumnya. Ditambah tekanan juga menimpa indeks Topix yang kehilangan 0,61% menjadi 1.497,51.
Saham mayoritas produsen mobil terpantau lebih rendah di antaranya saham Nissan jatuh 1,52%, Mazda Motor anjlok 3,23% sementara Toyota menghapus kerugian hingga berakhir datar. Konglomerat Tech SoftBank Group tergelincir 2,86% saat saham perbankan dan keuangan juga diperdagangkan merosot.
Selanjut di Korea Selatan, indeks Kospi berbalik menguat pada detik akhir perdagangan untuk 0,22% lebih tinggi pada posisi 1,964,65 dan Kosdaq naik 1,47%. Indeks saham utama di India, Singapura dan Indonesia juga diperdagangkan lebih rendah di sore hari.
Tren kenaikan juga menyapa indeks Hang Seng di Hong Kong ketika gelombang unjuk rasa masih menerpa salah satu pusat keuangan Asia tersebut. Tercatat Hang Seng naik tipis sekitar 0,2% untuk mengiringi anjloknya saham Xiaomi mencapai 4,98%.
Produsen smartphone asal China, yang terdaftar di Hong Kong, melaporkan pertumbuhan pendapatan kuartalan 15% pada hari Selasa, lebih sedikit dari proyeksi sebelumnya. Komposit Shanghai di daratan China menanjak naik lebih tinggi ke posisi 2.880,33.
(akr)
Lihat Juga :