IHSG Turun 31,26 Poin, Rupiah Tertekan ke Rp14.246
Kamis, 22 Agustus 2019 - 12:53 WIB
IHSG Turun 31,26 Poin, Rupiah Tertekan ke Rp14.246
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Kamis (22/8/2019) berbalik melorot 31,26 poin atau 0,50% ke level 6.221,71. Sebelumnya, pada awal perdagangan, IHSG dibuka rebound dengan penguatan 4,59 poin atau 0,07% ke level 6.257,56.
Delapan dari 10 indeks sektoral memerah. Dan dari 547 saham yang diperdagangkan, 231 tertekan, 170 stabil, dan 146 menguat. Transaksi saham mencapai Rp3,66 triliun dari 9,75 miliar unit saham. Transaksi bersih asing -Rp282,84 miliar, dengan aksi jual asing Rp975,57 miliar dan aksi beli asing Rp692,72 miliar.
Pelemahan ini diakibatkan penurunan saham-saham emiten kelas berat, seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar -1,81%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) -0,59%, PT Astra International Tbk (ASII) -1,57%, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) -2,76%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) -0,99%.
Senada dengan IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tertekan pada siang ini. Data Bloomberg mencatat rupiah melemah 3 poin atau 0,02% ke level Rp14.246 per USD.
Awal perdagangan, rupiah dibuka menguat 13 poin atau 0,09% menjadi Rp14.230 per USD, dibandingkan posisi penutupan Rabu lalu di Rp14.243 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mematok kurs tengah rupiah Kamis ini di level Rp14.234 per USD, menguat 25 poin atau 0,17% dibandingkan posisi Rp14.259 per USD di Rabu kemarin.
Melemahnya IHSG dan rupiah seiring risalah dan pertemuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) yang tidak memangkas suku bunganya. The Fed tidak melihat urgensi pemangkasan suku bunga yang lebih dalam karena perekonomian AS masih solid.
Pernyataan The Fed membuat investor melakukan aksi jual di pasar saham, sementara rupiah grogi menjelang pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Kamis ini. BI akan mengumumkan soal kebijakan tingkat suku bunga acuan. BI diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga di level 5,75%.
Sementara itu, banyak kalangan membutuhkan pemangkasan tingkat suku bunga ditengah tren bank sentral global yang mulai memangkas suku bunga. Hal ini demi mengimbangi kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
Delapan dari 10 indeks sektoral memerah. Dan dari 547 saham yang diperdagangkan, 231 tertekan, 170 stabil, dan 146 menguat. Transaksi saham mencapai Rp3,66 triliun dari 9,75 miliar unit saham. Transaksi bersih asing -Rp282,84 miliar, dengan aksi jual asing Rp975,57 miliar dan aksi beli asing Rp692,72 miliar.
Pelemahan ini diakibatkan penurunan saham-saham emiten kelas berat, seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar -1,81%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) -0,59%, PT Astra International Tbk (ASII) -1,57%, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) -2,76%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) -0,99%.
Senada dengan IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tertekan pada siang ini. Data Bloomberg mencatat rupiah melemah 3 poin atau 0,02% ke level Rp14.246 per USD.
Awal perdagangan, rupiah dibuka menguat 13 poin atau 0,09% menjadi Rp14.230 per USD, dibandingkan posisi penutupan Rabu lalu di Rp14.243 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mematok kurs tengah rupiah Kamis ini di level Rp14.234 per USD, menguat 25 poin atau 0,17% dibandingkan posisi Rp14.259 per USD di Rabu kemarin.
Melemahnya IHSG dan rupiah seiring risalah dan pertemuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) yang tidak memangkas suku bunganya. The Fed tidak melihat urgensi pemangkasan suku bunga yang lebih dalam karena perekonomian AS masih solid.
Pernyataan The Fed membuat investor melakukan aksi jual di pasar saham, sementara rupiah grogi menjelang pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Kamis ini. BI akan mengumumkan soal kebijakan tingkat suku bunga acuan. BI diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga di level 5,75%.
Sementara itu, banyak kalangan membutuhkan pemangkasan tingkat suku bunga ditengah tren bank sentral global yang mulai memangkas suku bunga. Hal ini demi mengimbangi kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
(ven)
Lihat Juga :