Perang Dagang AS-China, Darmin Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Stabil

Jum'at, 23 Agustus 2019 - 11:44 WIB
Perang Dagang AS-China,...
Perang Dagang AS-China, Darmin Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Stabil
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menilai kinerja perekonomian Indonesia tetap tumbuh ditengah gejolak ekonomi global akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Menurut Darmin, konflik dagang dua negara ekonomi utama dunia ini membuat ketidakpastian di sejumlah negara, bahkan terdapat penurunan pertumbuhan ekonomi.

"Sejak akhir tahun lalu, ekonomi dunia mengalami sejumlah ketidakpastian meski perkembangan masih berlangsung. Dan gejolak ekonomi itu terjadi di sana sini, imbas perang dagang. Tapi kita sendiri tetap mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi kita," ujar Darmin di Jakarta Convention Center Senayan, Jumat (23/8/2019).

Menurutnya, perekonomian Indonesia tidak hanya stabil tetapi kulitas pertumbuhannya bisa dikategorikan baik. Hal ini, kata Darmin, terlihat dari volume perdagangan yang terus tumbuh, inflasi tercatat rendah, tingkat pengangguran dan kemiskinan yang turun.

"Bahkan gini rasio sebagai indikator distribusi pendapatan juga membaik," tandasnya.

Darmin menegaskan bahwa kinerja perekonomian yang positif ini tidak mudah untuk dicapai. Terlebih dalam menurunkan angka kemiskinan bersama dengan penurunan kesenjangan sosial.

"Ini sebenarnya kinerja yang tidak mudah. Kalau pertumbuhan dengan penurunan tingkat kemiskinan, enggak terlalu susah mencapaianya. Tapi jika bersama perbaikan gini rasio, itu tidak mudah mencapainya," tuturnya.

Capaian kinerja ekonomi yang positif, kata Darmin, lantaran terdapat strategi yang dilakukan melalui berbagai kebijakan, khususnya kemudahan berinvestasi.

"Kenapa bisa dicapai, karena ada hal-hal baru yang dilakukan di dalam ekonomi kita, mulai dari awal 2014 sampai 2017, itu naik," imbuh dia.

Dengan demikian, Darmin mengatakan hal tersebut berimbas pada peringkat kredit Indonesia yang semakin membaik.

"Selain itu, kita juga mencatat bahwa credit rating kita semakin dinilai baik dan tinggi, kita sekarang sudah memperoleh kestabilan, mengangkat kita menjadi negara investasi," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bakir Pasaman dan Darmin...
Bakir Pasaman dan Darmin Nasution Masuk Jajaran Petinggi PT Pupuk Indonesia
Indonesia Jadi Korban...
Indonesia Jadi Korban Perang Dagang Trump, Kenyataan Pahit Ancam Ekonomi RI
Efek Perang Dagang,...
Efek Perang Dagang, Indef Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI di 2025 Jadi 4,87%
Negara-negara Ini Paling...
Negara-negara Ini Paling Tahan Terhadap Perang Dagang, RI Termasuk!
OECD Pangkas Ekonomi...
OECD Pangkas Ekonomi Global Jadi 2,9% di 2025, Indonesia Tak Sampai 5%
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Berita Terkini
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
2 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
2 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
3 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
5 jam yang lalu
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
6 jam yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
7 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved