Ini Penyebab Terbesar Klaim Asuransi Pertanian di Sumsel

Jum'at, 23 Agustus 2019 - 22:33 WIB
Ini Penyebab Terbesar...
Ini Penyebab Terbesar Klaim Asuransi Pertanian di Sumsel
A A A
JAKARTA - PT Jasindo mengungkap sejumlah penyebab terbesar klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dalam empat tahun terakhir. Petani lahan pasang surut di Sumatra Selatan mengaku bisa mengembangkan Indeks Pertanian (IP) 200 karena ada AUTP.

"Kami terima kasih kepada Jasindo. Kami sudah 4 tahun bermitra menjadi pengguna AUTP, sejak tahun 2016. Selama 4 tahun itu, setiap kami tanam padi IP 100 sukses, namun saat tanam IP 200 selalu gagal sehingga kami selalu klaim asuransi ke Jasindo. Baru tahun 2019, IP 200 kami sukses sehingga tidak ada klaim ke asuransi Jasindo tahun ini," kata Sayuti petani padi di Ogan Kemiring Iring (OKI) Sumatra Selatan pada Apresiasi Permodalan dan Asuransi Pertanian yang dilaksanakan Direktorat Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan.

Relation Manager Program Pemerintah di Grub Head Asuransi Pertanian, Mikro dan Program Pemerintah PT Jasindo, Erwin Arys Sasongko, mengungkapkan klaim Asuransi AUTP di Sumatra Selatan selama 2019 sudah mencapai Rp3,5 miliar. Sementara premi AUTP dari petani yang diterimanya baru Rp835 juta.

Penyebab klaim terbesar di Sumsel, ungkap Erwin adalah banjir 51%, kekeringan 1%, OPT tikus 27%, OPT Wereng Batang Coklat 10%, OPT Kerdil Rumput atau Kerdil Kuning 4% dan OPT tungro 7%.

Secara nasional, lanjut Erwin, selama empat tahun nilai klaim dan penyebab klaim terbesarnya adalah hama penyakit dan kebanjiran. Pada tahun 2015, klaim AUTP sebesar Rp22,5 miliar.

Penyebab klaimnya banjir 44%, kekeringan 4% dan hama penyakit 52%. Pada tahun 2016, nilai klaim AUTP sebesar Rp79,2 miliar. Penyebab klaimnya banjir 33%, kekeringan 7% dan hama penyakit 60%.

Pada tahun 2017, nilai klaim AUTP sebesar Rp144,5 miliar. Penyebab klaimnya banjir 27%, kekeringan 9% dan hama penyakit 64%.

Pada tahun 2018, nilai klaim AUTP sebesar Rp66,05 miliar. Penyebab klaim AUTPnya banjir 26%, kekeringan 29%, OPT blast 4%, OPT kerdil rumput 2%, OPT penggerek batang 3%, OPT tikus 26%, OPT wereng batang coklat 7% dan lain-lain 3%.

Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Indah Megahwati, menjelaskan tahun ini, pemerintah menyediakan dana anggaran sebesar Rp163,2 miliar untuk Asuransi Pertanian tahun 2019.

"Anggaran tersebut disalurkan untuk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebesar Rp144 miliar dan Asuransi Usaha Ternak Sapi atau Kerbau (AUTS/K) sebesar Rp19,2 miliar," kata Indah Megahwati, Jumat (23/8/2019).

Program asuransi yang dimulai sejak 2015 ini besaran preminya Rp180 ribu per hektar per musim. Dari jumlah premi itu, yang dibayar oleh petani hanya 20% atau Rp36 ribu per hektar per musim. Sedangkan 80% sisanya (Rp144 ribu) dibayarkan pemerintah (subsidi).

"Nilai pertanggungannya (klaim) yang akan diterima petani sebesar Rp6 juta per hektar," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Demak Bisa Manfaatkan...
Petani Demak Bisa Manfaatkan Asuransi untuk Hindari Kerugian
Jasindo: Asuransi Usaha...
Jasindo: Asuransi Usaha Tani Padi Solusi di Tengah Cuaca Tak Menentu
30 Ribu Hektare Lahan...
30 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Lampung Sudah Diasuransikan
Petani Bali Didorong...
Petani Bali Didorong Ikut Asuransi Pertanian, Ini Alasannya
Antisipasi Cuaca Buruk,...
Antisipasi Cuaca Buruk, Petani Lampung Diajak Gunakan Asuransi
Asuransi Cover Lahan...
Asuransi Cover Lahan Pertanian di Salatiga
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved