Kementan Terus Sosialisasikan Peluang Pendanaan untuk Petani
Minggu, 25 Agustus 2019 - 21:46 WIB
Kementan Terus Sosialisasikan Peluang Pendanaan untuk Petani
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mensosialisasikan peluang pendanaan yang bisa dimanfaatkan petani. Ada beberapa alternatif pembiayaan yang sudah tersedia di lapangan yang bisa akses para petani di pedesaan.
"Petani tidak sulit untuk mendapatkan pembiayaan, ada beberapa alternatifnya yang perlu kita sosialisasikan agar para petani mengetahui," kata Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Indah Megahwati, Minggu (25/8/2019).
Beberapa alternatif permodalan untuk petani lanjut Indah Megahwati diantaranya adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR), dana PKBL, Perbankan dan yang dikembangkan petani seperti Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A).
"Selain itu juga ada dana jaminan berupa asuransi pertanian seperti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi Kerbau (AUTS-K), petani cukup pembayar premi yang ringan, yakni hanya Rp36 ribu per ha per musim dan akan mendapatkan dana jaminan Rp6 juta bila usaha tani petani gagal. Dana tersebut bisa digunakan untuk menanam kembali padinya yang puso," tambahnya.
Dalam kunjungannya ke Kelompok Tani Sumber Rezeki di Sako, Kecamatan Rambutan, Banyuasin Sumatra Selatan, Indah Megahwati, beraudiensi dengan Ridwan, pemilik kios Saprodi yang bisa mendapatkan pinjaman modal Rp50 juta dengan bunga 3% selama 24 bulan.
"Permodalan dari PKBL Pusri ini sangat bermanfaat untuk memperbesar kios saprodi kami dan bunganya sangat sangat kecil," kata Ridwan petani yang mendapatkan pinjaman modal untuk kios saprodinya.
Heri Suharsono, Manajer PKBL Pusri mengatakan PT Pusri meminjamkan permodalan PKBL sebesar Rp30 miliar per tahun.
"Sekitar 60% diperuntukan bagi kemitraan dan pengembangan permodalan di bidang pertanian," tambahnya.
Ali Yohan juga petani di Sako, satu kelompoknya juga mendapatkan bantuan permodalan PKBL dari PT Pusri untuk usaha tani padi.
"Kita dapat pinjaman dana PKBL dari PT Pusri/Pupuk Indonesia sebanyak Rp42 juta untuk 10 petani. Dari PKBL ini, produktivitas padi kami naik dari 5 ton menjadi 7 ton gabah per hektar," tambah Ali.
"Petani tidak sulit untuk mendapatkan pembiayaan, ada beberapa alternatifnya yang perlu kita sosialisasikan agar para petani mengetahui," kata Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Indah Megahwati, Minggu (25/8/2019).
Beberapa alternatif permodalan untuk petani lanjut Indah Megahwati diantaranya adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR), dana PKBL, Perbankan dan yang dikembangkan petani seperti Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A).
"Selain itu juga ada dana jaminan berupa asuransi pertanian seperti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi Kerbau (AUTS-K), petani cukup pembayar premi yang ringan, yakni hanya Rp36 ribu per ha per musim dan akan mendapatkan dana jaminan Rp6 juta bila usaha tani petani gagal. Dana tersebut bisa digunakan untuk menanam kembali padinya yang puso," tambahnya.
Dalam kunjungannya ke Kelompok Tani Sumber Rezeki di Sako, Kecamatan Rambutan, Banyuasin Sumatra Selatan, Indah Megahwati, beraudiensi dengan Ridwan, pemilik kios Saprodi yang bisa mendapatkan pinjaman modal Rp50 juta dengan bunga 3% selama 24 bulan.
"Permodalan dari PKBL Pusri ini sangat bermanfaat untuk memperbesar kios saprodi kami dan bunganya sangat sangat kecil," kata Ridwan petani yang mendapatkan pinjaman modal untuk kios saprodinya.
Heri Suharsono, Manajer PKBL Pusri mengatakan PT Pusri meminjamkan permodalan PKBL sebesar Rp30 miliar per tahun.
"Sekitar 60% diperuntukan bagi kemitraan dan pengembangan permodalan di bidang pertanian," tambahnya.
Ali Yohan juga petani di Sako, satu kelompoknya juga mendapatkan bantuan permodalan PKBL dari PT Pusri untuk usaha tani padi.
"Kita dapat pinjaman dana PKBL dari PT Pusri/Pupuk Indonesia sebanyak Rp42 juta untuk 10 petani. Dari PKBL ini, produktivitas padi kami naik dari 5 ton menjadi 7 ton gabah per hektar," tambah Ali.
(ven)
Lihat Juga :