PGN Berencana Naikkan Harga Gas Industri, ESDM Belum Terima Laporan

Senin, 26 Agustus 2019 - 15:54 WIB
PGN Berencana Naikkan...
PGN Berencana Naikkan Harga Gas Industri, ESDM Belum Terima Laporan
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merestui rencana PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN menaikkan harga gas bagi pelanggan industri baik dengan skema business to business (b to b) maupun fleksibilitas kontrak. Rencananya kenaikan harga gas bagi industri dan pelanggan komersial tersebut akan diberlakukan pada 1 Oktober 2019 mendatang.

“Bisa saja dengan business to business asalkan tidak ada masalah. Kalau ada masalah ya harus lapor ke kita,” ujar Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto, di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Menurut dia penyesuaian harga gas tersebut harus melalui persetujuan pemerintah dan mengikuti aturan yang berlaku. Adapun penyesuaian harga gas diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No 58 Tahun 2017 tentang Harga Jual Gas Bumi Melalui Pipa Pada Kegiatan Usaha Hilir Migas. “Aturan ini untuk membatasi kenaikan harga. Nanti kalau nggak ada aturan naik semaunya,” tandas dia.

Djoko memastikan, Kementerian ESDM belum menerima laporan terkait rencana kenaikan harga gas tersebut. Pihaknya baru menerima laporan terkait kenaikan harga gas industri di Batam. “Kami belum mendapatkan laporan, baru di Batam saja. Kalau di Batam itu memang harga dihulunya naik,” tandas dia.

Sebagai informasi, PGN berencana menaikkan harga gas bagi industri. Kenaikan harga gas itu berdasarkan surat edaran dengan nomor 037802.S/SP.01.01/BGP/2019 perihal Implementasi Pengembangan Produk dan Layanan, yang ditujukan kepada kepada pelanggan komersial dan industri.

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso beralasan kenaikan harga tersebut dilakukan untuk meningkatkan layanan ke konsumen, termasuk keandalan pasokan gas untuk penyaluran yang berkelanjutan. Tidak hanya itu, Gigih mengklaim, penyesuaian tersebut karena harga gas belum pernah naik sejak tujuh tahun terakhir. Padahal dari sisi Cost of Good Solds (COGs) terdapat revisi harga beli gas PGN di sektor hulu sehingga pihaknya berencana menaikkan harga.

“Memang dalam kurun tujuh tahun tidak pernah lakukan review harga jual PGN, sementara dari harga pokok penjualan ada revisi. Untuk meningkatkan keandalan perlu upaya khusus yang kita tawarkan ke pelanggan,” ucapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertagas Niaga kembali...
Pertagas Niaga kembali Pasang Sambungan Jargas di Kaltim
Dukungan Penuh Pemerintah...
Dukungan Penuh Pemerintah dalam Penguatan Pasokan Gas di Sebagian Jabar dan Sumatera
Harga Gas Turun, Serapan...
Harga Gas Turun, Serapan untuk Industri Masih Rendah
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
PGN Apresiasi Inisiatif...
PGN Apresiasi Inisiatif Pemerintah Luncurkan Kebijakan Swap Gas untuk Pasokan Gas Domestik
Berita Terkini
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
9 menit yang lalu
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
22 menit yang lalu
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
1 jam yang lalu
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
1 jam yang lalu
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
1 jam yang lalu
Infografis
Harga Ayam Anjlok, Peternak...
Harga Ayam Anjlok, Peternak Berencana Akan Demo Depan Istana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved